Simply da Flores … Prasasti kehidupan dan kematianditegakkan pada dua kubur setiap manusiaBuku kehidupan dibuka pada kubur tali pusat dan ari-arimeski sering tidak tampak terlihatDan akan ditutup pada makamyang menjadi jembatan raga kembali ke debu tanahyang menjadi pintu jiwa ke alam baka Kita semua mempunyai kubur ari-arientah sesuai adat budayaentah menurut ajaran agamaentah dibuang begitu…
Kategori: SIMPLY DA FLORES
Serpihan Jejak Musyafir – 104
Serpihan Jejak Musyafir – 103
Pena Angkasa – Tinta Langit
Simply da Flores … | Red-Joss.com | Bocah-bocah telanjang badanbersahabat karib dengan debu tanahMereka memeluk debu dan merangkul tanahdahaga kasih sayang dipuaskan debulapar cinta persaudaraan dikenyangkan tanahDebu bukanlah hal najis menjijikanTanah bukanlah barang kotor dan hinaAlam lingkungan menulis sanubari jiwa mereka tentang hakikat asaliJagat raya mencatat pikiran dan nurani mereka tentang harkat martabat“Manusia sejatinya miniatur…
Serpihan Jejak Musyafir – 102
Rahim, Tungku Dapur dan Takhta Kekuasaan
Simply da Flores … Tak satu pun manusia di bumiyang bebas dari pengalaman rahimBahkanada yang diimani Putra Allahhadir di dunia melalui rahimFakta kodrati yang mutlakdan tak mampu diingkari anak manusia Mungkin karena rahim itumaka surga ada di telapak kaki IbuDanIbu adalah sosok paling akrab dengan tungku dapurKarenasetelah berikan susu bagi bayinyaharus berikan makanan dari olahan…
Serpihan Jejak Musyafir – 101
Pada Mulanya Telanjang…
Simply da Flores … Semesta mencatat fakta pastibahwa setiap anak manusia terlahirtidak meminta dan tidak mengaturDansetiap individu terlahir telanjangTanpa tahtaTanpa hartaTanpa sarana dan danaHanya jiwa raga sahajaLalu…sesama mendandani aneka databudaya mewariskan beragam ceritaagama melukiskan bermacam namaNegara mewarnai dengan pelangi arti dan makna“Ketelanjangan dibalut kata dan angka” Aku, engkau dan diaKita, kami, kamu, merekaSemua yang telanjang…
Serpihan Jejak Musyafir – 100
Pantai, Rokok dan Politik
Simply da Flores … Pantai dilahirkan laut samudraberanak-pinak dalam rumah waktuOmbak gelombang menenun abadihasilkan hamparan tanya dan jawabantebarkan sampah karya peradabanPada sejarah pasir kehidupananak-anak zaman berkelanadibakar terik diguyur hujansilih berganti kisah suka duka Para pelaut berlayar meraih pelabuhanNelayan menebar jala menangkap harapandan memancing remah rezekiPara turis memanen kerinduandan ada yang datang menebar sampahPantai mencatat cerita…
Serpihan Jejak Musyafir – 99
Melukis Asmara di Angkasa
Simply da Flores … Kepak sayap sepasang belibismenabur cinta di ladang anginmelukis asmara di kanvas angkasaMempesona bola mata rindukuuntuk berkelana membaca catatan jejak langkah pribadiku “Seandainya aku seperti merekaBisa memiliki sayap-sayap cintabersama belahan jiwaku terbang bebasdalam irama kasih sayang sejatiMemanen bias cahaya fajarMemetik kembang bintang dan purnamalalu bagikan kepada sesama…” Ketika kulihat panorama sepasang belibisAda…
Serpihan Jejak Musyafir – 98
Banteng, Pelangi dan Istana
Simply da Flores Di padang luas terbentangterlihat aksi aneka binatangAda Banteng, tapi bukan kerbauAda bison, tapi bukan kelinciAda kancil, tapi bukan rusaAda sapi, tapi bukan kambingdan ada kawanan kuda juga Banteng dan kerbaumirip tapi tak samaMereka semua itu ada kesamaankarena para binatang herbivoraMereka pemakan rerumputan“Rumput yang bergoyang kenal baik dan tahu siapa merekaRumput kering mencatat…







