1.Wahai kalian sesama saudarakuLihatlah…Aku acungkan jempolku memujimuEmpat jari kudekap erat di telapakkuJari jempol kuarahkan padamuEntah di mana tanganku yang satuEntah mengapa aku memujimuHanya aku yang pasti tahu 2.Wahai sesama saudarakuIni jempolku berikan pengakuan padamuBahwa ketika aku coba memujimusejatinya hanya tegaskan kepentingankuEmpat jariku mengarah padakuJempol pujian juga milikkuSehinggaaku hanya menagih pujian darimuaku cuma meminta lagi padamu…
Kategori: SIMPLY DA FLORES
Jejak Kelana Nafas-41
Jejak Kelana Nafas-40
Bocah Angin-545
Di hadapan Fakta Kematian
1.Aku berdiri di depanmu kematianada rasa sedih duka larakarena jasad yang terbaring masih kudambaAku tergetar dirangkul ajalkarena menyadari hidupku juga tidak kekalAku bertanya di depanmu kematianapa dan siapakah engkau yang menakutkanAku saksikan aneka ekspresi di depan jenazahAku dengarkan beragam pidato saat penguburanAir mata duka lara memeluk jiwa ragaMengapa kami tak mampu membatalkan engkau kematianApakah engkau…
Jejak Kelana Nafas-39
Bocah Angin-545
Titip Tanya Buatmu YBS(Ananda yang telah pergi)
1.Ragamu telah dipeluk bumikembali dalam tanya dan sunyiRoh jiwamu entah di mana dan ke manaHanya misteri Sang Ilahikarena dari sana engkau datang dan kembali Namamu terus menggema dibicarakanBeragam pendapat dan ungkapanAda penyesalan dan mohon maafAda ratap tangis dan air mataAda aneka postingan di sosial media 2.Anak YBS terhormat…jawablah kami, jika engkau sempatSiapakah yang menulis suratMengapa…
Jejak Kelana Nafas-38
Bocah Angin-545
Proklamasi Jari Telunjuk
1.Ini jari telunjukkuMana telunjukmu?Aku angkat tangan dan acungkan jari telunjuk padamuAku katakan lantang pikiran pendapatkuAku ekspresikan emosi perasaankuAku berani tunjukkan keyakinankuAku ungkapkan sanubari jiwakuKebenaran hanya milik pribadikusehingga kalian salah keliruDengar dan lihatlah aku …! 2.Ini telunjukkuMana telunjukmu?Aku arahkan telunjuk padamudengan gagah berani menantangmuKarena yakin akulah segala-galanyaTiga jariku mengarah pada dirikuJempolku menekan penuh percaya diriTangan yang…
Jejak Kelana Nafas-37
Bocah Angin-545
Dari Tragedi Sang Bocah Anak 10 tahun Mati Tergantung
1.Bocah Nabi Milenial Pada pohon cengkeh terpatri waktuTragedi bocah tergantung bisuTali di lehernya paling tahuSiapa yang jadi pelakuTerpisahnya roh jiwa dari tubuhPasti disaksikan daun-daun hijauMeskipun belum ada yang mengakuEntah sebagai pelaku atau ikut tahu Pada kertas yang tertulis bicaraHuruf-huruf tahu siapa penulisnyaKertas dan balpoin mengenal jemari tangan pelakunyaRangkaian kata menegaskan maknanyaPondok kecil jadi saksinyaMengapa bocah…
Jejak Kelana Nafas-36
Bocah Angin-545
Gemerlap Zaman dan Balada Kemanusiaan
1.Kamu nggak penting saudara – saudari…Entah jumlahmu lebih dari seribuHilang nyawamu diterjang bencanadan keluargamu lara derita meranaEntah ke mana harus mengaduEntah di mana melanjutkan sisa nafasmuEntah sampai kapan terkapar tak berdayaAir mata kalian hilang ditelan banjir lumpurSuara kalian sirna diterbangkan angin badaiKarena…Semua diselesaikan dengan kuasa dan strategi bisnisBorok aib sumber bencana harus dihapusSosial media bisa…
Jejak Kelana Nafas-35
Bocah Angin-545
Surat Balasan Tuhan-ku 5
Wahai, anak-Ku…Damai dan kasih-Ku bagimuSemoga engkau semakin sadar dan mengertiSiapakah diri pribadimudi antara sesama saudaramudi tengah seluruh isi alam rayadan di hadapan Aku Sang PenciptamuAku telah melihat segala jiwa ragamudan menyelami segala perkara dalam pikiranmuBahkan harus engkau sadariEngkau hanya bisa hidup dan berpikiritu pun karena dimampukan oleh kasih sayang-KuTanpa Akudirimu dan semua sesama saudaramujuga segenap…







