“Seberat dan sesulit apa pun sikon yang menghadang jalan hidup, tetaplah teguh hati dan mengandalkan Allah.” -Mas Redjo Saya terus mencoba, berusaha, dan gigih berjuang, karena dinafasi iman Kristiani untuk meneladani Yesus yang menyelesaikan jalan salib-Nya ke Golgota. Sungguh, “Yesus andalanku!” Dari pengalaman, sudah sering kali saya menghadapi tantangan yang berat dan sulit, tapi saya…
Kategori: MAS REDJO
Tidak Bersalah, tapi Meminta Maaf
“Air beriak tanda tak dalam. Orang yang rendah hati itu lindap dalam belas kasih Allah.” -Mas Redjo Ketika selalu diminta Ayah untuk mengalah pada adik, semula saya berpikir Ayah amat memanjakan dan lebih sayang kepada adik. Ternyata anggapan saya keliru.Maksud Ayah adalah agar saya belajar untuk mengalah dan sabar, karena adik belum mengerti (nalar). Dengan…
Berlaku Seperti Asisten Rumah Tangga
Dalam suatu pengembaraan di Negeri Dongeng, Guru Bijak bertemu dengan seorang muridnya. “Guru, apa yang mesti kita lakukan, jika dua hati tidak menemukan kecocokan lagi?” tanyanya. Guru Bijak tidak segera menjawab. Ia mengamati muridnya itu dengan saksama, lalu tersenyum renyah. “Apa yang kau maksudkan dengan tidak cocok lagi?” Murid itu menunduk, tidak berani balas menatap….
Relawan itu Rela Berkorban
“Bekerja cerdas dengan hati. Ikhlas itu berkualitas dan tuntas.” -Mas Redjo Ketika hendak aktif menekuni karya sosial sebagai relawan, yang pertama dan utama adalah saya menyiapkan hati untuk komitmen, konsekuen, konsisten, dan totalitas. Saya sadar-sesadarnya, bekerja dalam karya sosial itu sumbernya dari hati: panggilan untuk melayani dan ikhlas. Jika tidak, kita mudah mengeluh, kecewa, terluka,…
Seni Berkomunikasi Membangun Kualitas Diri
“Perubahan itu abadi agar terus menerus kita memperbaiki diri dan hidup makin baik.” -Mas Redjo Jika hidup ini tidak bertambah baik, saatnya kita refleksi diri dan segera mereformasinya! Caranya adalah, dengan intens kita berkomunikasi dengan diri sendiri agar hidup kita terarah dan fokus pada tujuan hakiki. Tidak untuk ditunda, tapi agar kita segera membuang kemalasan…
Mengolah Rasa di Dalam Rasa
Seorang Guru Bijak mengamati muridnya yang meminta pencerahan soal rasa. Rasa dalam secangkir kopi pahit yang disajikan di kaki lima dan di resto. “Menurutmu?!” Guru Bijak itu balik bertanya. Murid itu terdiam. Ia mencoba mencerna makna ‘rasa’. Sejatinya hakikat rasa kopi itu sama. Tapi yang membedakan adalah racikan, aroma, dan suasana hati. Tidak didasari oleh…
Membangun Iman Keluarga
“Membangun keluarga itu mudah, tapi yang sulit itu menghidupinya dengan cinta kasih.” “Membangun gedung bertingkat itu juga mudah, tapi yang sulit adalah membangun iman keluarga.” Dua buah nasihat Guru Bijak itu disampaikan pada saya, ketika saya mohon restu untuk menikah. Nasihat Guru Bijak itu tampak sulit dicerna dan dipahami, tapi sangat membahagiakan jiwa, jika kita…







