Jika Anda sedang merasa diri yang paling lelah, karena merasa yang paling banyak mengabdi, sebaiknya beristirahatlah. Karena kenyataannya di kehidupan bersama ini, kita bukanlah satu-satunya yang lelah. Masih banyak orang yang lebih lelah, hanya mereka lebih suka diam. Semua orang berbakti dengan caranya masing-masing, bukan perihal siapa yang lebih baik, dalam merawat kehidupan bersama kita….
Kategori: JLITHENG
Dengarlah Heningnya Hati!
Bersama berziarah penuh sesalBerharap Tuhan ‘kan mengawalHingga porta Surga membukaMenanti hamba-hamba hina Lembut hati dalam kebenaranBukan hamba yang penuh dustaHanya Tuhan Maha AmpunanMenanti domba tak sesat jalan Di milyaran orang yang berziarahAllah ingat hamba nan pasrahMenekuni jejak – tapak IlahiMenuju porta kasih hakiki. Salam sehat. … Jlitheng
Dengarkanlah Dia!
Baptisan Yesus, yang kita rayakan pada hari ini, secara sangat luar biasa memperlihatkan ketiga Pribadi Tritunggal pada saat yang sama: “Allah Putra dibaptis, Allah Roh Kudus turun, dan Allah Bapa berbicara dari Surga.” Dalam peristiwa ini, Allah Bapa dan Allah Roh Kudus meneguhkan ke-Allah-an Yesus, dan Dia tunduk pada kehendak Bapa-Nya. Poin pentingnya bagi kita…
Aku Pilih YONO Perziarah
Di tengah meningkatnya budaya konsumerisme, muncul tren hidup yang mengajak kita untuk lebih bijak dalam membelanjai hidup ini. YONO (You Only Need One) sebutannya. Ia muncul sebagai lawan dari tren konsumtif, yang telah lama menguasai kehidupan orang modern, yakni YOLO (You Only Live Once) yang terus menggoda kita menjalani hidup tanpa batas dan mengutamakan kesenangan….
Apa Saya Merepotkan?
Ketika saya berkunjung ke sesepuh yang sakit, karena stroke. Reaksinya: “Maaf, saya ini ‘ngrepoti’ banyak orang, anak istri…” Pengalaman tidak berdaya seperti ini mendorong seseorang merasa jadi hambatan atau ‘ngribeti’. Seperti pupus harga dirinya dan tidak seharga lagi dengan yang lain. Arti merepotkan adalah menyusahkan. Kata ‘mendokusai’ dalam Bahasa Jepang juga memiliki arti merepotkan atau…
Ojo …
Kata ‘ojo’ dalam Bahasa Jawa berarti ‘jangan’. Kata ‘ojo’ bisa digunakan dalam berbagai kalimat, seperti: “Ojo dumeh” artinya selalu mawas diri. “Ojo kesusu” artinya “njangan terburu-buru. Dalam bahasa Spanyol, kata ‘ojo’ memiliki arti ‘mata’ yang terhubung dengan sikap waspada. Bagi orang-orang keturunan Hispanik, ‘ojo’ sebagai ungkapan “hati-hati.” Kata ‘ojo’ juga terkait dengan sikap mengendalikan diri….
Hidonis Rohani. Adakah?
Hanya cerita tentang eorang aktivis Gereja, sejak kecil hidupnya tidak jauh dari altar. Ketika remaja dia sudah aktif jadi putri altar. Ketika dewasa dia jadi ketua lingkungan dan pernah juga jadi anggota DPH. Tak lama setelah periode DPH selesai, dia jadi prodiakon. Sungguh hidupnya nyaris semua untuk Tuhan, melayani-Nya. Suatu sore, dia bertemu Romo Parokinya,…






