Oplosan itu bukan hanya bensin. Puasa bisa juga oplosan, jika yang lahir itu tidak mengungkap yang batin. Puasa adalah mengurangi asupan makanan. Misalnya, tidak makan atau tidak minum di hari Jumat Agung. Pantang adalah menahan diri dari sesuatu yang baik untuk diri sendiri. Contoh tidak mengonsumsi daging pada hari Rabu Abu dan setiap hari Jumat…
Kategori: JLITHENG
Berani Memaafkan itu Menentramkan Hati
Masih terkait dengan “Ampunilah kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.” “Mudahkah bagi ‘njenengan’ menghidupi perintah Allah itu?” ujar sobat sebayaku, yang memilih tetap berdiri di depan gerbang, ketika kutawari masuk. “Sulit dan bahkan sangat sulit,” jawabku. Melupakan yang terjadi dan telah menghunjam di ulu hati itu tidak mudah. Tapi sebenarnya yang lebih…
Tangguh dan Mandiri
Seorang sahabat baru, usia 78 th, komisaris sebuah perusahaan dalam pengadaan konstruksi di PIK 2, menjalani hidup Katolik seorang diri, karena suaminya telah berada di Surga. Steve, “Kotbah misa hari Minggu…Pastor mengatakan maafkan orang yang bersalah padamu. Saya seperti tersindir… ngomong sih, gampang… belum sempat mikir Pastor mengingatkan lagi, bila kamu ditampar pipi kananmu berikan…
Kisah Heroik Katolik Sejati
Ramadhanmu dan puasaku hampir berbarengan. Suguhan pengingatnya sangat berat, ‘cintailah musuhmu’, sebagai wujud kesaksian seberapa dalam mutu kemuridan kita. Takkan pernah ada kasih di dunia seperti kasih-Mu, Tuhan. Telah Kau buktikan cinta-Mu padaku dengan korban-Mu. Jauh di lubuk hati ini ingin kukatakan, Kau selalu ada dalam hatiku. Menemani hidupku. Memuji-Mu dan menyembah-Mu selamanya, itulah yang…
Sudah Lama Jadi Katolik?
Banyak orang yang sejak lahir, atau baptis dewasa, karena calon Katolik. Inti di balik tanya itu mau tahu seberapa Katolik kita ini? Seberapa lama pun atau seberapa banyak jam terbang melayani, jika belum bisa mengasihi musuh, maka belum disebut Katolik hebat. Hari ini kita diajak mengasihi musuh. Perintah yang terasa berlawanan dengan naluri membalas dan…
Ojo Laku Jenes. Masih Relevankah?
Seorang Katekis senior, alm, kebetulan dari suku Jawa, pernah berbagi cerita tentang pelayanannya yang menurutnya datar-datar saja. Tidak ada yang istimewa atau yang layak dibanggakan. Makin kuat ia berusaha menepis pikiran itu, sering ia justru kecewa. Ia merasa mempunyai banyak kekurangan selama melayani. Tidak tahu harus bagaimana. Ia merasa tak berhasil memperbaiki cara berpikir umat…
Berbahagialah yang …!
Dalam heningnya pikir dan hati, tanpa ragu saya amini, bahwa “kita ini bukan Tuhan yang bisa mengendalikan segalanya.” Dengan kesadaran itu sudah cukup untuk berhenti berupaya kendalikan segala hal dalam kehidupan ini. Kita hidup di dunia yang makin kompleks dan sulit untuk menemukan jawaban atas semua problem yang kita hadapi. Kapan bisa berbahagia, jika terus…







