“Kebersamaan dan kedekatan keluarga adalah rahmat yang harus dipelihara.” Sejujurnya tidak kuduga, jika mendapat respons ‘like’ dari banyak kalangan, mulai dari tukang potong rambut yang sudah lebih 15 tahun merawat rambutku, tukang kayu yang suka betulin rumah, ada juga rohaniwati yang sudah kukenal baik lebih dari 45 th, rekan kerja yang 17 th silam bersamaan…
Kategori: JLITHENG
Sakramen Tobat
Awalnya saya hanya ingin menemani istri menerima Sakramen Tobat. Lantas terpikir selama perjalanan ke Gereja, “Mengapa saya melepas berkat yang sudah di tangan?” Niat menerima berkat itu dimunculkan oleh ajakan istriku. Sakramen Tobat adalah anugerah Allah agar dosa apa pun yang kita lakukan setelah Pembaptisan dapat diampuni. Dalam pengakuan dosa, kita memiliki kesempatan untuk bertobat…
Aksi Pemantapan Peziarah
APP sampai akhir. APP kita maknai sebagai Aksi Pemantapan Peziarah. Mantap 1: Makin beriman, bahwa Tuhan menyatakan diri-Nya di dunia lewat kita, yaitu dengan cara kita hidup, bertindak, dan mengasihi, sehingga dunia melihat dan mengenal kasih dan kebaikan Tuhan melalui kita. Mantap 2: Makin teguh jadi saksi hidup bagi Tuhan. Tindakan harian kita merupakan cerminan…
Menabur Kasih dan Harapan
“Tidak adakah yang melémparimu dengan batu?” tanya Guru. “Tidak ada Guru,” jawab perempuan berdosa itu. “Aku juga tak akan menghukummu. Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi,” tegas Sang Guru. Pernyataan-Nya itu tegas berisi harapan. Harapan adalah hal yang abstrak, tapi kehadirannya sangat terasa dan berdampak besar bagi kehidupan seseorang. Hope is such an energy by…
Melayani dengan Tahu Diri
Sahabat yang alasan mudik tidak ikut pertemuan APP ke 4 bertanya: “Apakah jadi bahas rencana aksi?” “Secara ‘eksplisit’, artinya dengan sengaja dirancang memang tidak, tapi secara ‘implisit’ selalu muncul dalam setiap sharing, sejak APP -1,” jawabku. Poin utama dari APP ialah “Ada Pertobatan Pribadi.” Pertobatan pribadi itu mendasari tobat keluarga, tobat lingkungan dan sosial. Tanpa…
Semprong Hidup
Doa kami adalah semprong hangatnya keluarga. Salah satu kegiatan khas, ketika pulang ke desa adalah ‘dadèn geni’, menyalakan api untuk tungku, dan menjaganya agar tetap bernyala dan melahirkan panas. Alat untuk menjaga nyala api itu disebut ‘semprong’ (alat peniup dari bambu). Itulah yang kami lakukan, ketika anak-anak sudah mandiri. Tugas orangtua seakan tuntas, tapi sesungguhnya…
Miskin koq Bahagia?
Kebahagiaan orang miskin sering dianggap paradoks: miskin koq bahagia? Namun penelitian menunjukkan, bahwa kebahagiaan tidak selalu bergantung pada kekayaan, melainkan pada faktor-faktor lain seperti hubungan sosial, rasa syukur, dan makna hidup. Orang miskin sering lebih bisa menikmati kebahagiaan yang sederhana, seperti kebersamaan dengan keluarga, sahabat, dan alam sekitar. Kemiskinan mendorong orang untuk lebih menghargai dan…







