Awalnya saya hanya ingin menemani istri menerima Sakramen Tobat. Lantas terpikir selama perjalanan ke Gereja, “Mengapa saya melepas berkat yang sudah di tangan?” Niat menerima berkat itu dimunculkan oleh ajakan istriku.
Sakramen Tobat adalah anugerah Allah agar dosa apa pun yang kita lakukan setelah Pembaptisan dapat diampuni. Dalam pengakuan dosa, kita memiliki kesempatan untuk bertobat dan memperoleh kembali rahmat persahabatan dengan Allah. Momen ini adalah saat yang suci di mana kita menempatkan diri di hadirat-Nya, dan dengan tulus mengakui dosa kita, terutama dosa berat.
“Marilah kita tidak menghakimi diri sendiri, karena Allah Maha Rahim. Inilah yang kita rayakan dalam sakramen ini,” kata Imam. “Sebagai penitensi berdoa Kidung Maria,” lanjutnya.
“Matur nuwun, Pater,” sahut saya.
Salam sehat.
Jlitheng

