Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Sebuah amanat yang paling agung pun dapat disampaikan lewat sebuah guyonan.”(Didaktika Seni Hidup) Hidup pun Butuh Hiburan Hidup manusia memang terasa berat dan justru akan kian menantang nyali kita. Di sisi yang lain, tidak semua orang akan sanggup menghadapinya. Untuk itu, sangatlah wajar, jika manusia membutuhkan ‘sebuah hiburan’ yang wajar…
Kategori: FR.M. CHTISTOFORUS, BHK
Refleksi dari Sebuah Lelucon:
Sesal yang tidak Berguna
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Hanya ketulusan sejati yang akan kekal nan abadi.”(Didaktika Hidup Sejati) “Ketulusan itu bagaikan selingkar mahkota emas yang melingkar indah di atas kepala orang-orang yang jujur dan tulus hatinya.” Demikian sebuah janji nan abadi dari Sang Kebenaran sejati! Kisah si Tukang Kayu Ada seorang tukang kayu tua yang berniat untuk pensiun…
Biksu Tua dan Batu Beban
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Batu itu adalah simbol kelemahan dan tantangan hidup.”(Didaktika Misteri Hidup) Hidup itu Berat “Hidup itu sungguh tidak mudah,” demikian celetuk banyak orang. Ada juga pepatah dan petitih yang menyebut, bahwa hidup itu sebagai suatu perjuangan. Bahkan yang lebih menantang lagi, beban dan tantangan hidup itu datang dan pergi secara silih…
Selamat Datang Sang Matahari Kehidupan
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Matahariku dikaulah lentera keberanan, api kebijaksanaan, dan simbol pencerahan.”(Filosofi Kehidupan) Tentang Matahari Tentang ‘Matahari’, bagi dunia dan berbagai suku bangsa pun telah memandangnya sebagai simbol dari “kehadiran Tuhan, Sang Pencipta Semesta.” Maka, betapa khas dan istimewanya kehadiran dan keberadaan planet Matahari bagi kehidupan serta keberadaan umat manusia sejagad. Secara kefilsafatan,…
Refleksi di Ujung Tahun:
Kala Damai Beranjak Pergi
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Tak ada damai di sini, ia telah pergi.Entah kapan ia akan kembali.”(Refleksi Akhir Tahun) Dititipinyasecangkir cuka duka dan secarik wajah durja serta juga secarik koran kumal bertulis, “Tak ada damai di sini, ia telah pergidan entah kapan ia kan kembali Untuk membunuh lagi setiap impian dari anak negeri ini!” Kediri,…
Korupsi dan Watak Kekuasaan
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Corruptissima Republica, Plurimae Leges”“Semakin korup sebuah Republik, semakin banyak undang-undang”(Publius Kornelius Tacitus) Idealisme Tacitus Tacitus, sejarahwan Romawi menegaskan, bahwa makin korup sebuah Republik, kian banyak undang-undang dibuat. Biasanya, undang-undang itu dibuat justru demi melanggengkan kekuasaan dari mereka yang berkuasa. Tacitus dengan tegas menolak, jika tujuan pembuatan undang-undang itu justru untuk…
Refleksi tentang Misteri Cinta:
Menanam dan Menuai Cinta
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Amor Gignit Amorem“(Cinta Melahirkan Cinta)(Thomas Aquinas) Sebuah ‘Happy Ending’ “Tuan berpesan agar uang yang terkumpul saya belikan sesuatu yang belum Tuan punyai. Ketika itu saya berpikir, Tuan sudah memiliki segala sesuatu. Satu-satunya hal yang belum Tuanku punyai adalah ‘cinta di hati mereka’. Maka, saya membagikan uang itu kepada mereka atas…







