Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK Red-Joss.com | Pertanyaan berikut ini, ternyata pernah diajukan. “Sesudah itu, lalu apa?” Ternyata, sudah ada seseorang yang pernah mencoba menjawab,“Lalu, … lalu..!” Akan ada ketukan pada daun pintu terakhir di dalam hidupmu. Hanya, entah kapan dan bilamana ketukan itu akan terdengar pada daun pintu kehidupanmu. Ada cerita kuno dari Arab….
Kategori: FR.M. CHTISTOFORUS, BHK
Non Scholae, sed Vitae Discimus
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK Red-Joss.com | “Kita belajar untuk hidup, tidak demi sekolah/ijazah.” Auguste Rodin, memahat sebuah patung, ‘the thinker’ sang pria yang duduk sambil bertopang dagu, simbol, ‘sang anak manusia sebagai makhluk yang berpiki’r. John Dewey, sang filsuf edukasi, asal Amerika, dasar pemikirannya, “long life education.” Konsepnya, bahwa proses pendidikan itu berlangsung seumur…
Quo Vadis Pembangunan Remaja
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK Red-Joss.com | “Lebih mudah mengalirkan sungai ke puncak gunung daripada menenteramkan hati remaja yang marah.”(Petuah agung seorang kaisar Jepang) Sang Proklamator kita, Ir. Soekarno pernah berujar, “berikan aku sepuluh orang pemuda, maka akan aku guncangkan dunia.” Remaja adalah harapan bangsa. Namun, jika hal pembangunan remaja ini kita abaikan, maka akan…
Manakah Keaslianmu
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK Keaslian Sang Guru tidak pernah terkesan oleh ijazah dan gelar. Ia meneliti pribadi orang, bukan dari tanda tamat belajar. Sekali terdengar ia berkata, “Jika engkau punya telinga bisa mendengar burung berkicau, engkau tidak perlu melihat surat kepercayaannya.” (Anthony de Mello, SJ., Sejenak Bijak) … Red-Joss.com | Saat tulisan ini penulis…
Katakan “Cukup” kepada Dirimu
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK Red-Joss.com | “Jadilah seorang manusia sejati, dan bukan seekor burung beo.” “Kebahagiaan sejati itu, timbul dari dasar kedalaman sumur jiwamu!” Selaku sang manusia, kita sering terjebak di dalam kubangan lumpur ketidakberdayaan, karena sulit untuk menerima diri dan merasa “cukup” akan eksistensi diri. Eksesnya, kita mulai merakit merias diri dengan aneka…
Ambil Sarinya Buang Ampasnya
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK Red-Joss.com | “Hanya anjing-anjing yang doyan berebutan tulang belulang.” Alkisah, sang Musafir berkata kepada sang murid, “Aku ini sudah menempuh perjalanan jauh untuk mendengar sang Guru, tetapi kurasa kata-katanya biasa-biasa saja.” “Jangan mendengar kata-katanya, tapi dengarkan pesannya.” “Bagaimana caranya?” “Camkanlah sepotong kalimat yang dikatakan olehnya. Goncang-goncangkanlah itu sampai semua kata…
Kehidupan Bertumbuh laksana Sebatang Pohon
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK Red-Joss.com | Hidup serta kehidupan sang manusia berasal dari kasih Sang Tuhan. Manusia hidup, bergerak, serta ada, melulu karena disirami rahmat serta kasih karunia Tuhan. Kehidupan seorang anak manusia, dapat penulis “analogikan” laksana pertumbuhan sebatang pohon. Jika sebatang pohon, bermula dari bibit / benih berupa, umbian, bijian, batangan, atau apa…







