“Karena kuasa Ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia” (2 Ptr 1: 3a).
Para penggarap kebun anggur ini sungguh tidak tahu diri. Mereka merasa berhak untuk merampas kebun anggur itu dari pemiliknya, padahal mereka bukanlah siapa-siapa. Sang pemilik kebun anggurlah yang memiliki tanah, membuat pagar, menggali lubang pemerasan anggur dan menara jaga, lalu dengan murah hati mempercayakan kebun anggur itu kepada mereka.
Allah telah memberikan kepada kita segala sesuatu yang kita butuhkan untuk memperoleh kehidupan kekal: rahmat dan karunia Roh Kudus, Kitab Suci, Sakramen, ajaran Magisterium Gereja, dan terutama pengenalan akan Allah dalam diri Yesus. Jika kita menolaknya dan merasa mampu mengolah kebun kita dengan cara sendiri, kebun kita tidak akan berbuah dan akhirnya akan diberikan kepada orang lain. Seperti para penggarap itu, mereka ingin mendapat segalanya, tapi justru kehilangan segalanya.
Marilah kita berusaha untuk menggarap kebun kita sesuai dengan rancangan Sang Pemilik. Gunakanlah semua sarana yang telah disediakan. Jika pada akhirnya hidup kita berbuah, jangan lupa mempersembahkan kepada Allah yang jadi hak-Nya.
Fr. Paulus, CSE
Senin, 01 Juni 2026
2 Ptr 1: 1-7 Mzm 91: 1-2.14-16 Mrk 12: 1-12
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

