Berkatalah Petrus kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!” (Mrk 10: 28).
Ketika Petrus mengikuti Yesus, sesungguhnya ia tidak terlalu mengalami kesulitan untuk meninggalkan rumah, saudara laki-laki atau perempuan, Ibu atau Ayah, anak-anak, ataupun tanah miliknya demi Kristus. Tapi yang jadi tantangan terbesar baginya adalah menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan.
Sesungguhnya, Tuhan tidak pernah meminta lebih dari yang telah Ia berikan. “Berilah kepada Yang Maha Tinggi seperti yang telah diberikan-Nya kepadamu” (Sir. 35: 10). Kita percaya kepada Allah, karena Ia telah memberikan diri-Nya sepenuhnya kepada kita dan kepada seluruh ciptaan-Nya. Betapa besar makna pemberian diri tersebut. ‘Segala-galanya’ yang Ia berikan itu bukan sekadar rumah rohani-Nya (Surga), keluarga rohani-Nya, ataupun harta rohani-Nya seperti gelar dan wewenang. Lebih daripada itu, Ia memberikan hati, pikiran, dan batin-Nya yang terdalam. Sebagaimana Ia sendiri berkata, “Seperti Bapa telah mengutus Aku, demikian juga Aku mengutus kamu.”
Kini tiba saatnya bagi kita untuk memberikan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Marilah kita menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.
Sr. Mary Jacinta, P. Karm
Selasa, 26 Mei 2026
1 Ptr 1: 10-16 Mzm 98: 1.2-3.3-4 Mrk 10: 28-31
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

