“Tuhan, Engkau telah memberikan diri-Mu kepadaku. Ajarlah aku memberikan diriku kepada-Mu.”
Allah yang Maha Rahim, Gereja mengajak kami merenungkan salah satu anugerah terbesar yang pernah Engkau berikan kepada dunia: Tubuh dan Darah Putra-Mu.
Di padang gurun, Engkau memberi manna kepada bangsa Israel untuk menopang perjalanan mereka. Tapi manna itu hanya mengenyangkan untuk sementara waktu. Melalui Yesus, Engkau memberikan anugerah yang lebih besar: bukan sekadar roti dari Surga, melainkan Sang Roti Surga itu sendiri.
Bapa, di dalam hati setiap manusia ada kerinduan yang tidak dapat dipuaskan oleh apa pun di dunia ini. Kami mencari kebahagiaan, rasa aman, kenyamanan, keberhasilan, dan pengakuan. Tapi sering kali kami tetap merasa lapar. Hal ini tanda, bahwa hanya Engkaulah yang dapat mengisi kekosongan terdalam dalam hati kami.
Putra-Mu berkata, “Akulah Roti hidup yang turun dari Surga.” Banyak orang pada zaman-Nya sulit menerima perkataan itu. Tapi Yesus tidak menarik kembali sabda-Nya. Ia ingin mereka dan kami juga mengerti, bahwa Ia datang bukan hanya membawa ajaran, berkat, atau teladan. Ia datang untuk memberikan diri-Nya sendiri.
Terima kasih, Bapa, atas anugerah Ekaristi Kudus. Engkau tidak membiarkan kami berjalan sendirian dalam peziarahan hidup ini. Saat kami lemah, Engkau menguatkan kami. Saat kecewa, Engkau menghibur kami. Saat tersesat, Engkau menarik kami kembali kepada-Mu melalui Tubuh dan Darah Putra-Mu.
Tuhan Yesus, setiap kali aku menyambut Komuni Kudus, ingatkan aku, bahwa tidak menerima sebuah lambang, tapi menyambut Pribadi yang hidup dan mengasihiku tanpa batas. Jangan biarkan aku terbiasa dengan mukjizat kasih-Mu ini, lalu meremehkan-Nya.
Ketika kami menerima hidup-Mu, ajarlah kami hidup semakin menyerupai-Mu. Karena kami semua mengambil bagian dalam satu Roti yang sama, jadikanlah kami satu tubuh dalam kasih. Sembuhkan segala perpecahan, lembutkan hati yang keras, dan ajarlah kami mengasihi satu sama lain sebagai saudara dan saudari.
Tuhan, Engkau kembali memberikan Tubuh-Mu kepada kami masing-masing. Sebagai balasannya, kami serahkan tubuh, hati, waktu, rencana, dan seluruh hidup kami ke dalam tangan-Mu.
Tuhan Yesus, Roti Kehidupan sejati, tinggallah bersama kami hari ini dan selamanya. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

