Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus yang Mahakudus mengundang kita untuk merenungkan kebenaran yang mendalam: Kristus tidak hanya mengajar kita dari kejauhan. Dia memberikan diri-Nya sepenuhnya kepada kita. Dalam Ekaristi, Yesus menjadi makanan dan minuman, sehingga kita dapat memiliki hidup di dalam Dia dan melanjutkan perjalanan kita dengan kekuatan, harapan, dan kasih.
Dalam Injil, Yesus berkata terus terang, bahwa tubuh-Nya sebagai daging Anak Manusia dan darah-Nya adalah makanan yang sepatutnya kita santap. Hal ini mengungkapkan lebih dari sekadar kuasa-Nya untuk menyediakan makanan materi, tapi suatu karunia yang lebih dalam. Sama seperti orang-orang dipelihara secara fisik, Kristus memelihara kita secara rohani melalui Tubuh dan Darah-Nya. Manusia lapar akan banyak hal seperti: penerimaan, kedamaian, makna, pengampunan, dan cinta. Tidak ada suatu pemberian dari dunia ini yang dapat sepenuhnya memuaskan rasa lapar kita. Tapi hanya Kristus yang dapat memenuhi kerinduan terdalam hati manusia.
Ekaristi mengingatkan kita, bahwa Tuhan memahami kelemahan kita yang sering jadi lelah, putus asa, dan terbebani oleh pergumulan hidup. Kadang-kadang kita merasa tidak memadai dalam panggilan, tanggung jawab keluarga, pelayanan, studi, atau pekerjaan kita. Tapi Yesus tidak membiarkan kita hanya mengandalkan kekuatan sendiri. Setiap kali kita menerima Ekaristi dengan iman, Dia berbagi hidup-Nya sendiri dengan kita. Kesabaran-Nya memperkuat ketidaksabaran kita. Kasih-Nya menyembuhkan hati kita yang terluka. Ketika kita merasa takut, hati ini diteguhkan-Nya.
Ekaristi juga merupakan panggilan hidup kita terima untuk jadi saluran kasih-Nya. Kita menerima Tubuh Kristus supaya dapat jadi Tubuh-Nya bagi orang lain. Roti yang dipecahkan memotivasi kita untuk berbagi dengan murah hati. Cawan keselamatan mengundang kita untuk mencurahkan hidup dalam pelayanan, belas kasihan, dan pengampunan. Dipelihara oleh Kristus, kita diutus untuk memelihara orang lain melalui kata-kata, kehadiran, dan tindakan kebaikan kita.
Ada seorang Bapak berbagi cerita tentang Ekaristi harian dan Mingguan yang menopang dirinya dan keluarga. Beban hidup dan tanggung jawab memelihara keluarga merupakan tugas setiap hari yang tidak boleh diabaikan. Setiap kali ia menghadiri Ekaristi jadi kesempatan untuk menerima Tuhan Yesus dan membawa Dia ke dalam setiap situasi dan kegiatan hidupnya. Seperti Bapak itu, kita sering menemukan, bahwa kekuatan kita tidak mencukupi. Ekaristi mengingatkan, bahwa kita tidak ditopang oleh upaya diri sendiri. Tapi kita hidup oleh Kristus. Dia memberi makan, sehingga kita dapat melanjutkan perjalanan hidup ini dengan setia.
“Tuhan Yesus, Engkau memberikan Tubuh dan Darah-Mu sebagai makanan hidup yang kekal. Ketika lemah, kuatkan kami. Berputus asa, perbarui harapan kami. Ketika tergoda untuk mengandalkan diri sendiri, ingatkan kami, bahwa Engkau selalu bersama kami.
Semoga setiap Ekaristi Kudus memperdalam persatuan kami dengan-Mu dan mengubah kami jadi instrumen kasih-Mu kepada orang lain. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

