“Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu” (Mat 5: 39).
Injil menghadirkan salah satu ajaran Yesus yang paling radikal sekaligus paling sulit dijalani, yaitu ajakan untuk mengasihi tanpa membalas kejahatan dengan kejahatan. Dalam Matius 5: 38 dikatakan, “Mata ganti mata, gigi ganti gigi.” Hukum ini sebenarnya membatasi balas dendam agar tidak berlebihan. Tapi Yesus melangkah lebih jauh dengan mengubah cara berpikir manusia tentang keadilan, kasih, dan relasi dengan sesama.
Secara manusiawi, kita cenderung membalas kejahatan dengan kejahatan. Hal ini tampak wajar di mata dunia. Ketika kita disakiti, dihina, atau diperlakukan tidak adil, secara spontan kita ingin membela diri dan membalas. Tapi Yesus mengajak kita untuk ke luar dari dunia yang penuh ego ini. Ia tidak meniadakan keadilan, tapi mengajak kita mengasihi tanpa membalas kejahatan yang ada di dunia ini. Semua itu membutuhkan doa dan rahmat dari Allah.
Ketika kita memilih untuk tidak membalas kejahatan, mengasihi musuh atau mereka yang tidak menyukai kita, memberi lebih dari yang diminta, dan mengasihi tanpa syarat, hal ini bukanlah tanda kelemahan. Sebaliknya, itu merupakan tanda, bahwa kita sedang bertumbuh dalam kedewasaan rohani.
Sr. M. Karinna, P. Karm
Senin, 15 Juni 2026
1 Raj 21: 1-16 Mzm 5: 2-3.5-7 Mat 5: 38-42
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

