1.
Oh, angin…
bawalah kabar ke sana
antarlah kami punya pesan suara
untuk mereka yang ada di sana
Mereka di kursi empuk jabatan negara
Mereka yang menyusun anggaran pembangunan
Mereka yang menguras kekayaan alam negeri
Mereka yang membuat aturan dan menggunakan hukum
Mereka yang mengintip dari gedung megah menjulang
Mereka yang mempunyai kuasa, senjata dan harta
Masih adakah pikiran mereka waras
Masih adakah hati nurani mereka bersuara
Masih adakah sanubari jiwa mereka bening beriman?
2.
Oh, angin…
sampaikan berita kepada mereka
ceritakan kisah kepada semua
Mereka yang ada di seluruh negeri tercinta
Mereka yang mempunyai adat budaya leluhur
tetapi diusir bahkan dicap perusuh penghalang pembangunan
Mereka yang berdiam di hutan belantara
tetapi tergusur dan kekayaan alamnya dikuras
Mereka yang bermandi keringat di ladang, perkebunan dan pesisir pantai
yang lara merana karena kemiskinan dan kebodohan
Kita anak negeri ini masih lara merana
Republik ini bukan untuk melindungi kita
Apalagi demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
3.
Wahai, angin…
terbangkan suara kami dari jalanan ini
bawa pergi ceritakan kepada sesama saudara
Mereka yang nasib tak tentu sebagai buruh pabrik
karena bisa dipecat kapan saja
bahkan segera digantikan tenaganya dengan robot
Mereka yang miskin gelandangan dan pengangguran di berbagai sudut kota
Mereka yang di jalanan, gang sempit, pasar tradisional dan rumah kumuh
Mereka yang sedang membiru nasib di negeri orang
Kami mahasiswa yang berdemonstrasi saja
terlalu sulit bertemu pejabat untuk bicara
Apalagi kalian yang sederhana dan tak bersekolah
Ingatlah, saat dibutuhkan suaramu waktu pemilu
kalian dicari dan dimintai mandat kepercayaanmu
Kita rakyat belum berdaulat dan merdeka
Kita sedang dijajah bangsa sendiri
Entah sampai kapan dan seperti apa nanti
Inikah sosok wajah NKRI dan Pancasila?
4.
Oh, angin…
dengarlah lagu balada kami rakyat jelata
mungkin sebagai debu jalanan dan serpihan puing doa
Bawa terbang ke langit angkasa
ceritakan kepada planet dan matahari
Mungkin di sana bersemayam Sang Ilahi
yang masih mau mendengarkan ratapan kami
yang mau menurunkan Ratu Adil dan pejabat jujur
untuk memimpin bangsa meraih kesejahteraan
mengelola kekayaan alam negeri dengan bijaksana
Katakan sikap kami kepada-Nya
bahwa nasib kami lara merana
karena dijajah oleh sesama bangsa
yang jadi boneka para maling misterius
yang jadi budak para oligarki seribu topeng
Apakah nasib rakyat harus jadi korban kejahatan segelintir orang
Benarkah Engkau Sang Ilahi Maha Adil?

