“Saat memandang Yesus, kita sedang melihat wajah Bapa yang penuh kasih.”
Allah yang Maharahim, Engkau mengundang kami untuk masuk lebih dalam ke dalam misteri kasih-Mu. Ketika Filipus bertanya, “Tunjukkanlah Bapa kepada kami,” Yesus menjawab dengan kesabaran yang lembut: “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.”
Betapa menakjubkan kerahiman-Mu, bahwa Allah yang tidak terlihat memilih untuk jadi nyata dalam Kristus. Bahwa Firman yang kekal telah jadi manusia, agar hati kami yang dilingkupi rasa takut itu akhirnya dapat mengenal wajah-Mu.
Tuhan Yesus, dalam Diri-Mu, kami melihat belas kasih, kerahiman, kekudusan, dan dekapan Sang Bapa.
Engkau bukan sekadar utusan dari Allah; Engkau adalah Allah-beserta-kita, Terang dari Terang, Allah benar dari Allah benar.
Tuhan, karena melalui hidup-Mu, kami mengenal Allah bukan sebagai Pribadi yang jauh, melainkan sebagai Bapa yang dekat dan mengasihi kami.
Kami mengenang St. Athanasius yang tetap setia membela kebenaran-Mu, meski harus dibuang dan ditolak berulang kali. Berikan kami keberanian yang sama untuk tetap teguh dalam iman.
Tuhan, buatlah kami lapar akan Sabda-Mu, bukan sibuk mendengar suara dunia. Jauhkan kami dari dosa yang menutup hati, dan penuhi kami dengan sukacita Roh Kudus.
Engkau berjanji, bahwa yang percaya kepada-Mu akan melakukan karya-karya-Mu. Maka bekerjalah melalui kami: kasihilah melalui hati kami, berbicaralah melalui mulut kami, dan jadikan hidup kami berkat bagi sesama.
Apa pun yang kami minta dalam nama-Mu, biarlah semuanya untuk kemuliaan Bapa.
Terima kasih, Yesus, karena melalui-Mu kami mengenal Bapa dan menerima kuasa untuk hidup baru.
Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

