“Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan” (Luk 11:23).
Dalam Injil, Yesus berkata, “Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku.” Sabda ini mengingatkan kita, bahwa hidup beriman itu tidak dapat dijalani setengah-setengah. Kita tidak bisa mengaku percaya, tapi tetap mengikuti cara hidup yang bertentangan dengan kehendak Tuhan.
Banyak anak muda saat ini yang ingin diterima semua orang, berusaha menyesuaikan diri agar tidak terlihat terlalu berbeda. Tapi Yesus menegaskan, bahwa kita dipanggil untuk berani memilih berpihak kepada-Nya, meskipun kadang berarti harus melawan arus.
Tuhan tidak mencari kesempurnaan, tapi kesetiaan. Ia menghendaki agar kita sungguh hidup sesuai dengan kebenaran, bukan sekadar berkata, “Saya percaya.”
Marilah kita belajar memilih dengan hati yang teguh, berpihak kepada Tuhan, dan membiarkan hidup kita jadi tanda kehadiran-Nya bagi sesama.
Arya
Kamis, 12 Maret 2026
Yer 7: 23-28 Mzm 95: 1-2.6-9 Luk 11: 14-23
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

