“Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel” (Kis 9: 15).
Saulus, yang dahulu dikenal sebagai penganiaya umat Kristen, mengalami titik balik, ketika dalam perjalanannya ke Damsyik, ia mendengar suara Tuhan yang menegurnya. Peristiwa itu mengguncang hidupnya dan membuatnya buta selama tiga hari.
Dalam ketidakberdayaan itu, Saulus dibimbing kepada Ananias. Melalui penumpangan tangan, penglihatannya dipulihkan, ia dibaptis, dan hidupnya berubah: Dari seorang Saulus yang mengejar dan membunuh para pengikut Kristus berubah jadi Paulus seorang pewarta Injil Kristus yang setia.
Di tengah proses ini, Tuhan berkata kepada Ananias, “Orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku” (Kis. 9: 15). Tuhan tidak melihat masa lalu Saulus, tapi menatap potensi besar yang dapat diwujudkan oleh rahmat-Nya dalam diri Saulus.
Seperti Paulus, kita pun dipanggil jadi alat pilihan Tuhan dalam hidup keseharian. Semoga kita berani membuka hati, meninggalkan hidup lama, dan memungkinkan Tuhan membentuk kita jadi pribadi yang baru.
Sr. Rosalind, P. Karm
Jumat, 24 April 2026
Kis 9: 1-20 Mzm 117: 1-2 Yoh 6: 52-59
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

