Simply da Flores
1.
Generasi sekarang banyak terlahir di kota
Aku hanya anak dusun kampung sederhana
jauh di desa pelosok Ibukota negara
Meskipun Ibukota asalnya dari kampung dan hutan rimba
Manusia berkelana dan terus mengejar tanya
dari hutan rimba, kampung dan kota
dan kini berlomba berpindah ke dunia maya
Hutan rimba, kampung dan kota jadi satu
Bahkan ada kreasi imajinasi maya
sebagai dunia rindu damba
Entah manusia nanti jadi apa adanya siapa
2.
Lewati setengah abad umur nafas
Aku berkelana dari kampung ke kampung
Kutulis kisah pada batu, hutan dan pepohonan
Kuukir cerita pada ingatan sesama saudara
Kuciptakan sayang bersama teman sahabat
Lalu kami terus berlari mencari
dari kota kecil ke metropolitan
Lintasi sungai dan seberangi lautan
bernyanyi bersama ombak gelombang nasib
diiring musik alam dan tarian angin
Tanya selalu lahirkan tanya sebagai jawaban
3.
Duduk di pelataran rumah bambu
kampung halaman tumpah darahku
Masih terlihat bayangan wajah kampung
namun kini terus menjelma
Banyak pohon tua sudah tak ada
Beberapa waktu ritual telah sirna
Aroma nafas tradisi perlahan redup
Wajah ceria anak generasi berinkarnasi
Nuansa mistis magis tradisi adat
kini tergusur aspal listrik dan sarana modern
Tegur sapa dan persaudaraan dahulu
rupanya menjelma dirampas pesona gadged
4.
Aku terdiam dan takut bertanya
tentang tempat ari-ari dan tali pusar
Atau makanan tradisi dan bahasa ritual sakral
Wajah para tetua diam di pusara
aneka ritual adat budaya merana
Energi gemerlap zaman telah berkuasa
Mungkin inilah dinamika kehidupan
seperti yang terjadi dan berubah dalam jiwa raga
Antara kemaren, hari ini dan nanti esok
Antara prinsip, nilai, kebutuhan dan selera zaman
Antara fakta, kata-kata dan angka
5.
Berkelana melintas belantara
menyusuri dusun kampung dan kota
Mungkin seperti menulis riwayat hidup
Mungkin seperti membuka album kenangan pribadi dan keluarga
Mungkin sebuah rekoleksi membaca catatat buku harian
Mungkin juga menonton film misteri perubahan
Tentang tanya dan jawaban dalam diri
Tentang relasi pribadi dengan sesama
Tentang keajaiban akan semesta
Tentang kebodohan dan kebutaan pribadi
ketika tak tahu bersyukur dan berterima kasih
Atau kesombongan dan kepicikan diri pribadi
yang melupakan hakikat diri sejati

