“Bila yang ada di dalam otak dan hati ini hanya perhitungan untung rugi dan bisnis, maka ruang belas kasih, simpati dan solidaritas itu makin sempit, bahkan sampai tertutup bagi sesama.”
Dalam Injil, Yesus berbicara tentang cara membuka ruang belas kasih dan solidaritas di hati yang makin sempit dan mau tertutup. Kata-Nya, “Kamu telah memperoleh dengan cuma-cuma, maka berikanlah pula dengan cuma-cuma.”
Beberapa hal penting untuk direnungkan:
- 1) Kita bekerja mencari nafkah, tapi Allah adalah Sang Pemilik rahmat.
- 2) Setiap saat kita menerima berkat berupa keberhasilan, kedudukan, uang, dan harta, maka sadarlah, bahwa Tuhan sedang menyiapkan kita jadi saluran berkat-Nya.
- 3) Berbagi itu bukan hanya barang seperti uang dan harta, melainkan juga nasihat dan kebijakan.
Dengan demikian, yakinlah akan kebenaran ini, “Semakin kita berbagi, kita kian tidak pernah kekurangan untuk berbagi, karena sesungguhnya Tuhan akan selalu mencukupi.”
Jangan nodai kepercayaan Tuhan, bahwa sesungguhnya kita adalah saluran berkat Tuhan bagi sesama.”
Monsignor Inno Ngutra, Pr

