“Hidup ini kita yang menjalani, Tuhan yang menentukan, orang lain yang sibuk ngomentari.” -Rio, Scj
Di dunia ini yang sulit ditebak itu adalah hati manusia. Yang paling sulit dibungkam adalah mulut manusia. Kita ceria, dibilang berpura-pura bahagia. Kita diam, dibilang sombong. Berpenampilan bagus, dibilang pamer. Kita sederhana, dibilang miskin.
Apa pun yang kita lakukan akan selalu ada orang yang mengomentari. Sejujur apa pun kita tetap ada yang meragukannya. Sebesar apa pun kebaikan yang kita berikan, tetap ada yang tidak suka. Jadi berhentilah hidup hanya untuk menyenangkan semua orang.
Kita tidak mungkin bisa mengendalikan semua, tapi kendalikan yang kita mampu. Bahagiakan yang layak kita bahagiakan. Jika hidup ini hanya untuk menyenangkan orang, sampai mati kita tidak akan pernah selesai. Hidup itu kita yang menjalani, Tuhan yang menentukan, dan orang lain yang sibuk mengomentari.
Fokuslah pada hidup kita sendiri, bukan berarti egois. Langkahkan kaki di jalan kita sendiri, ini bukan berarti kita tidak peduli. Tekunlah pada perjuangan dan tujuan, ini bukan berarti tidak mempunyai kepekaan. Tapi demi kebaikan pikiran, jiwa, dan mental. Hidup ini bukan kata orang, apalagi untuk menyenangkan semua orang. Apresiasi diri itu perlu. Berbagi dan berbuat baik itu anugerah. Berbuat baiklah pada mereka yang layak menerima kebaikan. Sisanya biarkan waktu dan hidup yang menjawab semuanya. Karena pada akhirnya orang tetap akan bicara, tapi hidup ini tetap milik kita dan Tuhan.
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj

