1.
Ketika gulita menemaniku di kursi trotoar
Hilir mudik deru dan debu kota menggelegar
Gemerlap lampu jalanan tebarkan hingar bingar
Gedung megah menjulang menikam langit
tempat para pemilik modal dan kuasa bersinar
Ini fakta dan tanya zaman bergelora berputar
dalam ruang dan waktu yang dikejar
sedangkan para mahasiswa berdemo resah getir
Seorang pemulung datang membawa senyum
Karung rezekinya diletakkan dan sapaan ramah digoreskan mendalam
“Bang, aku pinjam korek apimu
Aku dapat beberapa puntung hampir utuh
Biarlah bisa rehat dan menikmati asap”
2.
Api nasib menyala hidupkan persahabatan
Nama dan asal terabaikan
Tetapi
bangku trotoar mempertemukan
jiwa raga kemanusiaan mempersatukan
dalam kesederhanaan dan kejujuran
Perjumpaan ini misteri dan mukjizat
bukan atas nama agenda bisnis atau politik
bukan juga rekayasa demi konten viral di sosial media
Bangku trotoar diam merekam peristiwa
beragam sosok dan peran berdinamika
Segelintir orang berpesta pora tertawa terbahak
Ratusan juta rakyat bergulat dalam lara nestapa
Entah sudah nasib dan takdir dari Sang Pencipta
ataukah hanya lagu balada debu zaman
3.
Dia berkisah dengan ceria bangga
“Bang,
beberapa hari ini aku panen
Ada botol plastik dan kardus makanan
bisa berkarung-karunh saya kumpulkan
ketika para mahasiswa berdemo di jalanan
Aku tak bisa baca tulisan spanduk
Aku tak mengerti semua pidatonya
Katanya karena rakyat sengsara, BBM harga naik
juga soal MBG dan KDMP
yang banyak anggarannya dirokupsi
Emang benar begitu ya, Bang?
Banyak sekali tentara dan polisi berjaga
juga jalan pada macet dan rute dialihkan
Inilah buktinya ramalan Zaman Edan?”
4.
Perjumpaan tak terduga lahirkan cerita
Bukan saja tentang puntung rokok dan korek api
Tetapi…
tentang getaran energi kemanusiaan
tentang perjuangan menulis nafas dan melukis wajah jejak kelana
tentang kisah duka lara kehidupan
tentang panggung sandiwara aneka peran
Entah siapa penulis skenarionya
Entah apa peran dan siapa pelakunya
Entah perih lara derita atau ceria bahagia
Sang pemulung kembali memburu nasib
“Bang, aku lanjut menjemput rezeki
biar besok bisa jumpa lagi”

