Suatu ketika, seorang Romo menjelaskan, bahwa lawan kata dari cinta bukanlah benci, melainkan ‘menggunakan’. Orang yang mencintai dengan sungguh-sungguh akan memberikan dirinya, sementara orang yang tidak mencintai akan menggunakan orang lain untuk kesenangan dirinya sendiri. Cerita ini menegaskan cinta Yesus kepada kita.
Yesus adalah Gembala Yang Baik, yang mengenal domba-domba-Nya dan rela memberikan nyawa untuk mereka. Pemberian diri ini berbuah keselamatan dan kehidupan yang berlimpah. Yesus menyebut diri-Nya adalah pintu bagi domba-domba. Cinta Yesus memanggil kita untuk mendengarkan suara Gembala Agung itu. Seberapa sering kita meluangkan waktu untuk mendengar suara Tuhan di tengah kesibukan kita?
Mari kita membuka hati melalui doa dan Sakramen. Semoga kita juga peka, jika Yesus memanggil untuk jadi Imam, Bruder, atau Suster.
“Ya, Yesus, Gembala Yang Baik, bantulah kami untuk lebih peka mendengar suara-Mu. Amin.”
Ziarah Batin

