Tangan yang memberi itu tidak pernah kekurangan, dan hati yang rela berkorban tidak pernah kehilangan.
Idul Adha mengajarkan kita, bahwa pengorbanan terbesar bukanlah melepaskan apa yang kita benci, melainkan merelakan apa yang paling kita cintai demi kebaikan yang lebih besar. Saat ego kita tunduk oleh rasa peduli pada sesama, di situlah mukjizat kedamaian sejati dimulai.
Di tengah dunia yang sering bising dan lelah, mari kita jadi oase yang menyejukkan, mengalirkan cinta tanpa syarat kepada siapa saja yang kita temui.
Semoga hari ini langkah kita selalu dibimbing oleh ketulusan, dan hati kita dilapangkan dalam keikhlasan.
Berkah Dalem.
Jlitheng

