Berjanjilah pada diri sendiri untuk jadi orang yang bahagia.
Berbahagia itu bisa diekspresikan lewat senyuman, tawa, tatapan mata, dan lewat ekspresi tubuh.
Sungguh, betapa dahsyat efek dari kebahagian itu. Yang jelas, orang-orang di sekitar kita ikut bahagia. Mereka ikut tersenyum, tertawa, dan ikut menunjukkan ekspresi bahagianya.
Bagaimana, jika ada orang yang mengekspresikan bahagia saja tidak bisa? Atau, jika ada orang yang balik bertanya, bahagia itu apa sih?
Padahal bahagia itu tidak perlu dipelajari atau dipikirkan, tapi spontanitas dan ikhlas
Jika kita belajar bahagia, justru tidak bahagia. Jika kita berpikir tentang bahagia, juga tidak bahagia. Ujungnya jadi pura-pura bahagia, berkamuflase.
Sederhananya begini: jika kita bertemu dengan orang yang selalu membuat kita bahagia, itulah yang disebut dengan kebahagiaan. Bagaimana, jika sebaliknya, ketemu siapa saja tidak bahagia? Jangan-jangan kita ini yang jadi ‘sumber masalah’.
Lho?!
Rm. Petrus Santoso SCJ

