Jadi pengikut Kristus itu membahagiakan dan menyelamatkan jiwa, tapi kadang mengsarakan raga dan menyulitkan hidup.
Orang-orang yang menyebabkan kesulitan, bahkan mengancam para pengikut Kristus ini merasa telah melakukan kebajikan besar bagi tuhan mereka. Yesus sudah mengingatkan para Rasul dan kita sejak awal, “Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka, bahwa ia berbuat bakti bagi Allah…” (Yoh. 16: 2).
Menghadapi semua tantangan, hambatan, dan bahkan ancaman terhadap iman akan Yesus, janganlah membuat hati ini gentar dan takut, karena Yesus tidak membiarkan kita sendirian. Ia selalu menemani dan menguatkan kita dengan Roh Kudus-Nya, “Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang ke luar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku” (Yoh. 15: 26).
Karena itu, gunakan setiap momen untuk mewartakan Injil dan bersaksi tentang Yesus yang adalah Tuhan dan Juru Selamat seperti yang dikehendaki oleh Yesus sendiri, “Kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku” (Yoh. 15: 27).
Intinya, jadikanlah setiap gangguan dan ancaman itu sebagai peluang untuk mewartakan dan bersaksi tentang kebenaran iman kita tentang Yesus, yang adalah jaminan keselamatan.
Monsignor Inno Ngutra, Pr

