“Yesus naik ke Surga. Bukan untuk meninggalkan kita, melainkan supaya kita berani berjalan bersama-Nya.”
Allah yang Maharahim, kami berdiri bersama para murid di gunung Galilea: tempat penyembahan, tapi juga tempat pergumulan. Sebab seperti mereka, kami sering datang kepada-Mu sambil membawa hati yang bercampur: iman, keraguan, ketakutan, penyembahan, dan ada kerinduan mengikuti Yesus, tapi juga keengganan untuk sungguh menyerahkan hidup kami sepenuhnya.
Ampunilah kami, ya, Bapa, karena sering kami ingin menikmati penghiburan-Mu tanpa mau menjalankan misi-Mu. Kami ingin Yesus dekat, ketika kami lelah. Kami lupa, bahwa kami juga dipanggil untuk jadi saksi-Nya di dunia.
Putra-Mu yang bangkit berkata: “Semua kuasa di Surga dan di bumi telah diberikan kepada-Ku.” Kuasa itu bukan kuasa untuk menindas, melainkan untuk menyelamatkan. Kuasa untuk mengampuni dosa, memulihkan hidup yang hancur, mematahkan rantai kegelapan, dan kuasa untuk mengangkat manusia berdosa jadi anak-anak Allah dan pewaris Surga.
Sungguh betapa besar kasih-Mu, Bapa. Yesus naik ke Surga tidak untuk menjauh dari kami. Tapi untuk membuka jalan bagi kami. Ia berdiri di antara Surga dan bumi sebagai Tuhan Penebus kami, memegang tangan kami yang rapuh dan menarik kami pulang kepada-Mu.
Bapa, empat puluh hari setelah kebangkitan-Nya, bukanlah waktu yang sia-sia. Selama itu Yesus meneguhkan hati para murid, mempersiapkan mereka untuk hidup baru, untuk sebuah misi yang lebih besar daripada diri mereka sendiri. Kami sadar, bahwa hidup ini bukan hanya tentang mencari aman, nyaman, atau berhasil. Melainkan hidup kami untuk panggilan dan perutusan.
Ajarlah kami jadi saksi Injil-Mu di tengah dunia yang letih, dingin, dan kehilangan harapan. Jadikan kami pembawa damai di tengah kebencian, pembawa terang di tengah kebingungan, dan belas kasih di tengah luka manusia. Curahkan Roh Kudus-Mu agar kami tidak berjalan dengan kekuatan sendiri, tapi dengan kuasa dari Surga.
Bapa, ketika Yesus terangkat ke Surga, para murid tidak tenggelam dalam kesedihan. Mereka dipenuhi sukacita, sebab mereka tahu: Tuhan tidak meninggalkan mereka. Kami percaya, dalam setiap Ekaristi, doa, dan dalam setiap salib kehidupan itu Yesus tetap menyertai kami sampai akhir zaman.
Kami menyerahkan seluruh hidup ini kepada-Mu. Pimpin langkah kami jadi duta kasih Kristus. Jadikan Yesus nomor satu dalam hati kami. Ketika dunia membuat kami takut, ingatkan kami, bahwa Raja yang naik ke Surga itu tetap berjalan bersama kami di bumi.
Engkaulah Kristus, Allah yang hidup dan berkuasa, kini, dan selama-lamanya. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

