“Yesus tidak membutuhkan kelimpahan kita, Dia menantikan penyerahan kita.”
Allah yang Maharahim, Engkau membawa kami ke momen di padang itu: kerumunan yang lapar,
persediaan yang terbatas, dan undangan Ilahi untuk terlibat.
Engkau bertanya, “Di mana kita akan membeli roti?” Bukan karena Engkau kekurangan, melainkan karena Engkau ingin agar kami tutut mengambil bagian.
Betapa sering kami seperti Filipus:
menghitung-hitung, lalu ragu, akhirnya membatasi-Mu. Atau seperti Andreas; membawa yang sedikit, namun masih bimbang.
Lima roti dan dua ikan itu sedikit… untuk dibagikan ke banyak orang. Tapi di tangan-Mu, yang sedikit itu jadi kelimpahan.
Bapa, Engkaulah Gembala yang membaringkan umat-Mu di padang hijau, Engkau menggelar meja hidangan bagi kami, memuaskan bukan hanya lapar jasmani, melainkan juga kekosongan terdalam kami.
Dalam Yesus, Engkau menyatakan mukjizat yang lebih besar: bukan hanya roti untuk hari ini, melainkan Ekaristi: Roti Hidup bagi jiwa kami.
Setiap hari, Engkau terus melakukan mukjizat ini melalui Gereja-Mu, tangan para Imam,
di atas altar, di mana roti biasa diubah jadi Tubuh Kristus yang hidup.
Bapa, sering kali kami datang dengan setengah hati, penyerahan yang tidak utuh, dan menahan diri yang sebenarnya Engkau nanti.
Ampuni kami, ya, Bapa. Karena memberi sisa, bukan seluruh hidup.
Hari ini Engkau mengingatkan: Engkau melipatgandakan yang kami serahkan, bukan yang kami tahan-tahan.
Walaupun kejahatan itu tampak bertambah, tapi pengikut, pengaruh, dan kekuatan
kebenaran-Mu tetap berdiri, bahwa yang berasal dari-Mu tidak akan dapat dihancurkan; dan yang Engkau lipatgandakan
tidak akan berlalu, tapi bertahan sampai kekal.
Hari ini, Bapa, kami menyerahkan semuanya ke dalam tangan-Mu: waktu, tenaga, keterbatasan, luka, relasi, dan panggilan kami. Pakailah semuanya itu, berkatilah, dan lipat gandakan semuanya itu.
Biarlah ‘ya’ kami yang kecil itu jadi berkat bagi banyak orang. Ajarlah kami untuk percaya, bahwa Engkau sudah tahu apa yang Engkau lakukan: dalam hidup kami, keluarga, dan dalam dunia ini.
Tariklah kami semakin dalam ke dalam Ekaristi, agar kami jadi satu dengan Putra-Mu, dan hidup seturut panggilan kami.
Darah dan Air yang tercurah dari Hati Yesus sebagai sumber kerahiman, kami percaya pada-Mu. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

