“Barang siapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku, kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yoh 15: 5b).
Dalam perjalanan hidup, tidak jarang kita berada dalam situasi yang penuh perbedaan dan tantangan yang dapat menguji iman kita. Tapi melalui peristiwa-peristiwa tersebut, kita diajak untuk belajar rendah hati, menanggalkan ego, dan senantiasa mencari kehendak Allah.
Sekalipun Paulus dan Barnabas mendapatkan perlawanan menghadapi pendapat orang-orang dari Yudea, tapi semua itu tidak menyurutkan langkah mereka untuk terus menyebarkan kabar gembira. Melalui pelayanan Paulus dan Barnabas, banyak orang yang sebelumnya tidak mengenal Allah mengalami pertobatan, dan hal itu membawa sukacita yang besar bagi jemaat.
Demikian pula dalam kehidupan sehari-hari, hidup kita hendaknya tidak hanya melakukan aktivitas rohani secara lahiriah, tapi juga harus menghasilkan buah yang nyata melalui tindakan dan perkataan. Dengan membiasakan diri senantiasa melekat kepada Allah, kita akan bertumbuh dalam iman, berbuah, dan jadi berkat.
Marilah kita makin masuk ke dalam hadirat Allah dan membiarkan-Nya mengambil alih hidup kita, sehingga segala perkataan dan perbuatan kita senantiasa mencerminkan kasih dan kemuliaan Allah.
Veronica – Vivin
Rabu, 06 Mei 2026
Kis 15: 1-6 Mzm 122: 1-5 Yoh 15: 1-8
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

