Tetapi Aku berkata kepadamu: “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Mat 5: 44). Kata-kata Yesus terdengar indah, tapi sangat sulit dijalani, apalagi di zaman sekarang. Kita hidup di dunia yang penuh komentar pedas, ujaran kebencian di media sosial, persaingan tidak sehat, dan luka akibat dikhianati orang terdekat. “Musuh” hari ini mungkin bukan…
Penulis: Admin
Sesaat, ketika Tuhan Memperhitungkan Salah dan Dosa Kita
“Kadang kita berlaku tidak adil. Di satu pihak, kita ingin diampuni oleh Tuhan, tapi di lain pihak, kita sangat sulit untuk mengampuni bahkan ingin membalas dendam demi memuaskan hati dan rasa kita.” Melawan kecenderungan manusiawi kita, Yesus meminta kepada kita, “Kasihilah musuh-musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Alasannya, kalau Tuhan memperhitungkan salah dan…
Jurus Pamungkas
“Dalam ilmu kanuragan atau bela diri, umumnya jurus pamungkas itu digunakan saat terdesak dan kritis. Dalam kehidupan nyata, apa jurus pamungkasmu?” … Bagi Guru Digdaya, jurus pamungkas itu tidak sembarangan diturunkan ke murid. Tapi melalui serangkaian pengamatan yang saksama agar ilmu itu tidak disalahgunakan murid untuk tindak kejahatan. Nama baik padepokan dan kehormatan Guru Digdaya…
Air Mata, Ribuan Kata dari Rasa
“Air mata adalah bahasa yang tak terungkap dalam kata, tapi rangkaian ribuan kata dari rasa.” -Rio, Scj Di ruang ICU rumah sakit ada aturan yang terdengar kejam. Jika keluarga membesuk lalu menangis di depan pasien, petugas bisa meminta mereka ke luar dari ruangan. Sekilas aturan itu terasa tidak manusiawi. Bukankah menangis itu wajar, saat melihat…
Renungan Harian Katolik
SUPAYA KAMU SEMAKN SERUPA DENGAN ALLAH
Selasa, 16 Juni 2026 Oleh Romo Agus CSsR Mengasihi musuh? Mungkinkah? Berdoa bagi yang membenci kita? Yang benar saja. Secara manusiawi tak mudah mengasihi musuh, tak gampang mendoakan mereka yang membenci kita. Pengajaran Yesus tentang mengasihi musuh adalah ajaran terpenting dalam kotbah di bukit. Pertanyaanya, apa alasan mendasar mengasihi musuh? Perikop injil hari ini secara…
Renungan Harian Katolik
KASIH MENUTUPI SEGALANYA
Senin, 15 Juni 2026 Oleh Romo Agus CSsR Dalam kotbah di bukit, Yesus menegaskan tentang pentingnya mewujudkan kasih dakam tindakan pengampunan lebih dari sekedar nalas dendam yang merawat rantai setan kebencian. Mengampuni yang bersalah, tidak membalas dendam bukan merupakan tanda kelemahan, kelembekan apalagi kekalahan. Itu tanda kemenangan sejati. Barangsiapa mampu mewujudkannya, ia sedang mewujudkan Kerajaan…
Rahmat dan Belas Kasih Mengatasi Keadilan
Seorang pemuda bernama Julio mempunyai dua adik perempuan. Kedua adiknya itu selalu bertengkar, karena hal-hal sepele. Julio menyadari, tugasnya sebagai kakak itu tidak sekadar menengahi kedua adiknya, tapi mengajarkan mereka tentang saling menghormati dan mengasihi. Ia menasihati mereka, “Kalian tidak cukup bersikap adil satu terhadap yang lain, tapi harus ada kasih yang melebihi perlakuan yang…







