Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Tuhan pun tidak akan menolong orang yang tidak mau menolong dirinya sendiri”
(Erich Watson)
Ora et Labora
“Ora et Labora,” berdoa dan bekerja, adalah adagium berbahasa Latin yang berintikan, bahwa agar manusia dapat hidup bahagia dan sejahtera, hendaklah di dalam kehidupan, ia perlu menyeimbangkan dengan spirit berdoa dan bekerja. Bukan hanya berdoa atau pun bekerja saja!
Serigala Lumpuh
Ada seorang pencari kayu (PK), di hutan melihat seekor serigala lumpuh. Ia sangat heran dan ingin tahu, mengapa serigala itu justru masih tetap hidup. Dari persembunyiannya, ia sempat melihat seekor harimau membawa kijang hasil buruannya. Harimau itu makan sekenyangnya dan meninggalkan begitu saja sisanya. Nah dari situ, ternyata serigala itu dapat hidup.
Hari berikutnya harimau itu berbuat hal yang sama. Maka, wajarlah, jika serigala itu masih hidup.
Dalam hati kecilnya ia mulai memahami dan bahkan sangat yakin, bahwa Tuhan Maha Adil dan penuh kasih. Ia menyimpulkan, bahwa untuk apa aku setiap hari ke luar masuk hutan mencari kayu, jika Tuhan selalu menyiapkan makanan gratis?
Sejak saat itu, ia mulai mempraktikkan hasil pemikirannya dengan hidup berleha-leha sambil menanti datangnya makanan dari Tuhan.
Ternyata, setelah sekian lama, makanan gratis dari langit itu tidak kunjung tiba.
Di saat dia hampir mati kelaparan, suara hatinya berkata, “Hai, pencari kayu sesat, sadarilah, fakta, bahwa hidupmu sehat. Karena engkau bukan seorang lumpuh. Ikutilah adab hidup harimau dan janganlah meniru tabiat serigala lumpuh itu.”
Ketahuilah, bahwa Surga tidak diperuntukkan bagi orang-orang dungu yang tidak mau berusaha seperti kamu!”
(Hiro Tugiman)
101 Pernik Kehidupan
Peri Bahasa
“Kewajiban manusia adalah melakukan hal yang benar. Sisanya ada di tangan Tuhan”
(Martin Luther King, Jr.)
Manusia sering Salah Persepsi
“Tuhan, aku sungguh bersyukur kepada-Mu, karena ternyata aku masih bisa hidup, sekalipun hanya sebagai seorang pembelah batu wadas. Aku masih terus merenung, dari manakah datangnya kekuatan otot lengan dan kehendakku untuk setia membelah bebatuan ini.” Demikian sepenggal doa syukur dari seorang pria pembelah batu padas.
Anda sendiri yang akan membahagiakan hidupmu. Karena Tuhan sudah memberikan segalanya kepadamu sejak dari rahim Ibumu.
Engkau dilahirkan tidak dengan setangkai tangan sempurna, kedua belah kaki yang lincah menganyun, tapi juga dengan otak dan hati yang sanggup melahirkan kemampuan kesadaran untuk bersikap.
Maka, bekerjalah demi hidupmu. Berjuanglah demi meraih kemenanganmu.
Refleksi
- Rezeki hidupmu tidak serta merta turun dari langit dan sesuap nasi hanya dapat tersaji di atas meja kehidupanmu, karena di balik itu, ada tangan-tangan, otak, dan hati yang memikirkan, melakukan, serta menyajikannya.
- Bukankah seekor harimau yang tidak berotak, memperoleh makanan setelah ia mencarinya?
- Kuncinya: ubahlah persepsimu tentang arti kehidupan ini!
Kediri, 23 Mei 2026

