Perempuan, Jutaan Lilin dan Kembang Bunga

Mosaik Serpihan Kelana -81
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores


1.

Jemari-jemari itu membakar rindu damba
pada lilin-lilin yang diam membisu
lalu ditempatkan di hadapan arca seorang perempuan
Telapak-telapak tangan memegang aneka bunga
suka duka jiwa raganya dipersembahkan
lalu diletakkan dengan khidmat kepada arca seorang wanita
Arca perempuan dan wanita itu bernama Maria dari Nazaret
Sosok perempuan sahaja yang menjadi awal kisah tahun Masehi
Sudah sekitar 2000 tahun lalu waktu hidupnya
Dia bukan sanak keluarga para pembawa lilin
Dia bukan sahabat dan rekan kerja para pembawa bunga
Dia juga bukan artis ternama atau tokoh milioner
Dia hanya gadis dusun tanpa ijazah
Mengapa mengubah sejarah dan dihormati aneka bangsa di seluruh dunia hingga zaman ini?

2.

Tentang penghormatan terhadap Perempuan Maria itu
Jika dibandingkan dengan perempuan lain dalam sejarah dunia
termasuk dengan sosok ibu yang melahirkan diri kita
Ternyata Bunda Maria tak ada yang bisa dan pantas dibandingkan
Nama dan arca Bunda Maria mengiringi zaman selama 2000 tahun ini
Dia dihormati jutaan manusia yang percaya
kepada sosok pribadi dan peran istimewanya bagi sejarah keselamatan umat manusia
Beraneka wajah, sosok dan warna arcanya terus dibuat
Begitu banyak tempat devosi dibangun sebagai taman doa
Sangat banyak gelar nama, buku doa dan devosi serta atribut lainnya semua dibuat untuk berdevosi menghormati dirinya
Apakah yang didapatkan oleh mereka yang berdevosi kepada Bunda Maria?

3.

Sejarah mencatat terus bertambahnya para pencinta Bunda Maria
Waktu merekam doa dan devosi kepada arca Perempuan Maria
Entah sudah berapa banyak lilin dibakar dan kembang bunga dipersembahkan
Perempuan Maria digelari “Mawar Ajaib”
Bulan Mei dan Oktober menjadi kesempatan khusus berdevosi kepadanya
Ada doa setiap waktu tak putus untuk menghormati Bunda Maria
Bahkan dibuat ilmu Marialogi untuk mempelajari sosok dan perannya
Namun…
tak surut juga aneka tanya dan gugatan
terus mengalir umpatan dan caci maki karena iri dengki dan kecemburuan
Bahkan ada yang melarang untuk berdoa kepada arca Bunda Maria
dan berani merusak tempat devosi kepada Bunda Maria

4.

Kepada lilin-kikin yang diam hening bernyala
aku coba membaca catatan doa para peziarah
ternyata deretan suka duka kehidupan telah didaraskan
Kepada aneka kembang bunga yang dipersembahkan
ada warna-warni alasan terima kasih disematkan
ada untaian syukur pujian terus mewangi dialunkan
Warisan mantra dalam kandungan Ibu menjadi energi doa sujud
Misteri relasi dan inkarnasi dalam rahim kandungan perempuan
adalah desah nafas dan denyut jantung devosi
Dalam diam hening kutangkap cahaya makna penghormatan kepada perempuan Maria
“Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu”

5.

Air mata haru dan penyesalan turun membelai pikiran dan perlahan membasahi nurani sanubari
Gambaran aneka sikap kepada perempuan yang mengandung dan melahirkan diriku
Dan…
ada jeda teringat Ibu yang terpilih mengandung dan melahirkan diriku
Lirih terucap sebuah kalimat sumbang
“Maafkan aku Ibu,
sangat jarang mengingat kasihmu
Sering aku melupakan jasamu cintamu
Bahkan tak peduli berbakti padamu
hingga engkau kembali ke pangkuan Sang Ilahi”
Ada secercah tanya dan gugatan kepada diri
Mengapa kepada Ibu kandungku sangat sering tak kunyalakan lilin dan persembahkan kembang?
Tetapi…
kepada perempuan Maria dari Nazareth itu
sudah banyak lilin kunyalakan dan aneka kembang bunga kupersembahkan?