Menelisik Kata dan Fakta

Mosaik Serpihan Kelana -79
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores


1.

Negara diproklamasikan dengan cita-cita luhur
Ada sumpah setia, tekad semangat dengan ideologi Pancasila dan Undang-undang Dasarnya
Ada rakyat, kekayaan tanah air dan pejabat negara
Ada adat budaya, agama, kepercayaan dan berbagai profesi
Jika nasib rakyat semakin miskin merana
di tengah fakta eksploitasi sumber daya alam yang brutal dan tamak
dengan korupsi yang menggurita dan utang negara bertumpuk
dengan penegakan wibawa hukum yang penuh sandiwara
Apakah ini kemerdekaan dan kedaulatan rakyat
Apakah masih ada negara atau sudah menjadi organisasi kejahatan?

2.

Keadilan berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa
Lembaga Peradilan hadir di seluruh negeri
Alat Penegak Hukum dibayar dengan uang rakyat untuk mewujudkan keadilan hukum bagi seluruh rakyat
Berbagai undang-undang seperti hutan belantara serta aturan turunannya
Rakyat tidak akan mampu tahu semua pasal ayat hukum negara
Jika wibawa hukum nyatanya tumpul kepada pejabat dan pemilik modal
tetapi tajam menghormati nasib rakyat
Maka di manakah jiwa dan makna “Keadilan berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa”
Rakyat terus tercekik dahaga kejujuran
Rakyat semakin galau merana lapar kebenaran

3.

Bangsa ini dianugetahi kekayaan adat budaya, suku dan agama
Semua lahir dan beranak pinak di berbagai wilayah dan pulau
dengan keanekaragaman yang menjadi kekayaan rahmat Sang Ilahi
Ada hukum adat, norma dan etika budaya, hukum agama, hukum negara dan hukum internasional
Semuanya demi kelangsungan hidup bersama yang harmonis dan damai
karena kita memang terlahir untuk saling membutuhkan dan saling melengkapi
Jika hukum adat dan hukum agama sepertinya diam bungkam
apakah identitas keanekaragaman masih disadari dan dihormati
Jika hukum negara hanya berpihak kepada kelompok mayoritas, pejabat korup, politisi busuk dan pemodal rakus tamak
Apakah harkat martabat seluruh rakyat masih dihargai dan dihormati?

4.

Aku, engkau, dia, mereka
Kita semua terlahir unik berbeda-beda
Tidak ada seorang pun meminta untuk terlahir
dengan fakta seperti diri yang dimiliki
dengan orangtua yang seperti apa adanya
dengan tempat lahir dan lingkungan keluarga serta alam demikian
Ziarah perjalanan pribadi pasti tak pernah sama dengan siapa pun
meski di jalan yang sama dan profesi yang sama
Dengan fisik dan isi pikiran yang berbeda juga
kita bertumbuh untuk menjadi apa dan siapa
Kata dan tindakan pribadi bersumber dari pilihan dan keputusan pikiran
Pada gilirannya ternyata kembali membentuk siapa diri kita
Apakah hak pribadiku mengadili orang lain?