Engkaulah Mesias dari Allah

“Saat semuanya terasa tidak pasti, kembalilah kepada dasar iman:
Engkaulah Mesias dari Allah.”
Allah yang Maha Rahim,
Putra-Mu mengajukan sebuah pertanyaan yang jauh lebih dalam daripada sekadar pendapat orang: “Menurut kamu, siapakah Aku?”
Orang banyak mempunyai berbagai jawaban. Tapi Petrus, setelah berjalan bersama Yesus dan menyaksikan sabda serta karya-Nya, menjawab dengan iman: “Engkaulah Mesias dari Allah.”
Bapa, ini bukan hanya pertanyaan tentang seberapa banyak kami tahu tentang Yesus. Melainkan pertanyaan tentang, apakah kami sungguh mengenal Yesus sendiri, dan menjadikan Dia dasar kehidupan kami.
Yesus segera menunjukkan, bahwa Mesias itu bukan seperti yang dibayangkan manusia. Ia akan menderita, ditolak, dibunuh, dan bangkit pada hari ketiga. Ia tidak menyelamatkan kami dengan kekuatan dunia, tapi melalui salib.
Kitab Pengkhotbah mengingatkan kami, bahwa segala sesuatu ada waktunya. Keadaan hidup berubah. Sukacita dan kesedihan datang silih berganti. Apa yang terasa kokoh hari ini bisa menjadi tidak pasti esok hari.
“Hidup terus berubah, tapi Yesus tetap sama.”
Bapa, ketika hidup tidak berjalan sesuai rencana kami, perdalamlah jawaban kami atas pertanyaan Putra-Mu: “Siapakah Aku bagimu?”
Semoga kami mengenal Yesus bukan hanya sebagai Dia yang dapat menyelesaikan masalah kami, melainkan sebagai Juru Selamat, Tuhan, dan Raja Kerahiman Ilahi.
Ajarlah kami mempercayai waktu-Mu, memeluk salib kami, dan tetap mengikuti Yesus, bahkan ketika kami belum memahami jalan yang harus ditempuh.
Tetaplah dekat dengan-Nya, dan biarkan kerahiman-Nya meneguhkan hati kami.
Terjadilah kehendak-Mu, bukan kehendak kami.
Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.