Hidup Sejati

“Hidup sejati itu ditemukan bukan dengan mempertahankan diri, melainkan dengan memberikan diri dalam kasih.”

Allah yang Maha Rahim, Yesus mengajarkanku sebuah rahasia kehidupan: biji gandum harus jatuh ke tanah dan mati agar dapat menghasilkan banyak buah.

Biji yang disimpan dengan aman memang tetap utuh. Tapi selama ia tidak jatuh, tidak pecah, dan tidak masuk ke dalam tanah, hidup yang ada di dalamnya tidak pernah berkembang.

Bapa, sering kali aku juga seperti itu. Aku ingin menjaga diriku, waktu, kenyamanan, rencana, harta, bahkan kehendakku sendiri. Aku ingin tetap aman. Tapi Yesus justru mengajarkanku, bahwa hidup sejati ditemukan bukan dengan mempertahankan diri, melainkan dengan memberikan diri dalam kasih.

St. Laurensius telah menghayatinya.

Ketika penguasa Romawi menuntut harta Gereja, Laurensius tidak menunjukkan emas atau perak. Ia membawa orang-orang miskin, cacat, buta, dan terlantar, lalu menunjukkan kepada mereka: inilah harta Gereja.

Tuhan, berilah aku mata iman seperti St. Laurensius.

Ajarlah aku melihat harta di tempat yang mungkin tidak dilihat dunia sebagai sesuatu yang berharga. Bukalah mataku terhadap orang miskin, yang terlupakan, lemah, yang membutuhkan kesabaranku, waktuku, pengampunanku, atau sekadar kehadiranku.

Firman-Mu berkata:
“Barang siapa menabur sedikit, akan menuai sedikit; dan barang siapa menabur banyak, akan menuai banyak.”

Bapa, Engkaulah yang menyediakan benih. Ketika aku merasa sudah tidak mempunyai apa-apa lagi untuk diberikan, ingatkan aku, bahwa aku tidak harus mencari kekuatan dari diriku sendiri. Aku hanya perlu kembali kepada-Mu. Engkau akan mencukupkanku.

Berkatilah aku agar jadi seperti biji gandum yang jatuh ke tanah. Biarlah sesuatu dalam diriku pecah agar kehidupan-Mu dapat tumbuh dan menghasilkan buah.

Terimalah tubuhku, pikiran, perasaan, waktu, tenaga, pekerjaan, harta, relasi, dan kehendakku. Jadikan semuanya itu benih di tangan-Mu.

Ketika Engkau memintaku untuk memberi, ajarlah aku bukan hanya memberi dengan senyum, tapi memberi dengan sukacita.

Sungguh merupakan rahmat yang luar biasa, bahwa aku boleh melayani Putra-Mu. Sungguh merupakan misteri Kerahiman-Mu, bahwa hidupku yang sederhana dapat jadi benih kecil yang menghasilkan buah bagi Kerajaan-Mu.
Semoga hidupku menjadi harta bagi Kerajaan-Mu. Amin.

HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)