Sepasang muda-mudi yang sudah menjalin hubungan cinta selama tiga tahun, ingin melanjutkan ke jenjang pernikahan. Satu persoalan yang rumit bagi keduanya ialah upacara pernikahan itu mengikuti tata cara agama salah satu dari mereka, karena berlainan agama. Wanita yang Katolik sangat ingin supaya pernikahan itu dirayakan secara Katolik, tapi ia sama sekali tidak ingin memaksakan itu kepada calon suaminya yang non Katolik.
Semua persiapan lain sudah beres dilakukan, tapi tentang upacara pernikahan dalam ritual agama belum menemukan titik terang. Semua pihak menunggu yang dikehendaki oleh Tuhan, hingga …akhirnya datang. Pemuda itu berterus-terang kepada calon istri, bahwa keluarganya setuju, dan ritual pernikahan dilakukan secara Katolik.
Calon istrinya ingin mengetahui alasan calon suaminya dengan keputusannya itu, dan dijawab singkat: “Tuhan amat baik dan sudah memberi begitu banyak, maka kita mengikuti dengan memberi seperti Dia.” Singkatnya, ia ingin membuat segala urusan lancar, dan sejauh mungkin menghindari yang sulit.
Pemuda itu mendapatkan keyakinannya dari Tuhan. “Satu kata kunci untuk Tuhan ialah memberi.” Hakikat diri Tuhan ialah memberi dan tindakan fundamental Tuhan juga sama, memberi. Kita pantas memiliki keyakinan yang sama dengan pemuda itu, bahwa Tuhan sudah menyelenggarakan semua dan membuat segala sesuatu itu mungkin, sehingga kita mendapatkan hidup dan diizinkan untuk mengisi hidup kita. Ada yang mengisinya dengan pelayanan, berkarya, berbuat baik, dan yang lain membangun persekutuan bersama di dalam dunia ini.
Sejatinya bentuk perbuatan untuk memberi itu yang selalu jadi tantangan besar. Umulnya, memberi sesuatu yang baik kepada orang yang memusuhi dan merugikan kita adalah sulit. Karena adalah jenis perbuatan memberi yang luar biasa. Tuhan Yesus sudah melakukannya. Ia ingin supaya kita juga dapat melakukannya. Yesus berkata, bahwa orang-orang yang tidak menyukai atau memusuhi kita, pantas diberikan kasih, yaitu dengan mendoakan mereka.
Kita menyadari, bahwa ada orang-orang yang tidak menyukai dan memusuhi kita. Kita sendiri yang mengetahui seberapa serius mereka memusuhi kita. Mereka mungkin tak menyadari haknya untuk didoakan, tapi kita sendiri mesti menyadari kewajiban kita untuk mendoakan mereka. Hal ini merupakan salah satu tindakan memberi yang diajarkan oleh Tuhan Yesus.
“Ya, Bapa yang Maha Rahim, semoga kami selalu bertanggung jawab untuk mendoakan orang-orang yang memusuhi dan tidak menyukai kami. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

