“Penuhi hati kami dengan Roh-Mu agar kami mampu mengasihi melampaui batas manusia; bukan sekadar menoleransi, melainkan sungguh mengasihi dengan belas kasih Ilahi.”
Allah yang Maha Rahim, sabda-Mu menyingkapkan sesuatu yang sangat indah sekaligus penuh kerendahan hati: keadilan-Mu dan belas kasih-Mu sempurna.
Melalui Nabi Elia, Allah menyingkapkan kejahatan yang selama ini disembunyikan Raja Ahab. Ketika Ahab merendahkan diri, berpuasa, dan bertobat, Allah melakukan suatu yang mengejutkan: Allah menunjukkan belas kasih. Keadilan tetap ada, tapi belas kasih-Nya masuk dan bekerja. Bahkan orang yang bersalah pun tidak tertutup dari rahmat-Nya, bila sungguh kembali kepada-Nya.
Mazmur hari ini jadi doa pertobatan kami: “Kasihanilah aku, ya, Allah.” Engkau tidak mencari korban lahiriah atau penampilan religius. Persembahan yang Engkau kehendaki adalah hati yang remuk dan rendah. Engkau tidak pernah jauh dari orang berdosa yang sungguh kembali kepada-Mu.
Putra-Mu membawa kami lebih dalam lagi. Ia memerintahkan kami untuk mengasihi musuh dan mendoakan mereka yang menyakiti kami. Secara manusiawi ini terasa mustahil.
Bagaimana kami bisa menolak belas kasih kepada orang lain, jika setiap hari kami sendiri hidup dari belas kasih-Mu? Bagaimana kami hanya menuntut keadilan, jika Engkau terus-menerus mengampuni kami?
Tuhan, sering kali musuh terberat itu bukan orang asing, melainkan mereka yang melukai, mengecewakan, menentang, atau menyingkapkan kelemahan dan kesombongan diri ini. Berilah lami kerendahan hati seperti Ahab yang bertobat, kejujuran seperti Pemazmur, dan hati seperti Yesus di salib.
Lunakkan hati kami, ya, Bapa. Ingatkan kami, bahwa sebelum Engkau meminta kami mengampuni, Engkau terlebih dahulu mengampuni. Penuhi hati kami dengan Roh-Mu agar kami mampu mengasihi melampaui batas manusia; bukan sekadar menoleransi, melainkan sungguh mengasihi dengan belas kasih Ilahi.
Ajarlah kami mengasihi seperti Engkau mengasihi; mengampuni seperti Engkau mengampuni agar kami jadi anak-Mu yang sejati.
“Yesus, Engkaulah andalanku. Amin.”
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

