“Ya, Allah jagalah kami agar tetap setia, rendah hati, dan jujur di hadapan-Mu.”
Allah yang Maha Rahim,
betapa mudahnya hati manusia sibuk mencari aman dengan melindungi dirinya sendiri daripada mencari kebenaran.
Sesudah Yesus menyucikan Bait Allah dan membongkar kepalsuan yang tersembunyi di balik penampilan religius; para Imam kepala, ahli Taurat, dan Tua-tua datang mempertanyakan kuasa-Nya. Mereka sebenarnya bukan mencari kebenaran, melainkan mereka hanya mencari alasan untuk menolak Yesus.
“Dengan kuasa apa Engkau melakukan semuanya ini?” tanya mereka. Yesus melihat isi hati mereka, yakni takut kehilangan posisi, kehilangan pengaruh, dan lebih peduli pada opini manusia daripada suara Allah.
“Baptisan Yohanes itu berasal dari Surga atau manusia?” Yesus balik bertanya. Mereka tidak mampu menjawab dengan jujur, sebab hati mereka tidak sungguh terbuka untuk bertobat.
Bapa, sering kali kami juga seperti mereka. Kami berkata ingin mengikuti kehendak-Mu, tapi sebenarnya mencari yang nyaman bagi diri sendiri. Kami datang mengaku dosa, tapi belum sungguh ingin berubah. Kami lebih cepat percaya pada suara dunia, opini orang, dan rasa aman manusiawi daripada pada suara Putra-Mu. Sehingga suara hati kami sering terpecah.
Terima kasih, karena melalui surat Yudas, Engkau mengingatkan, bahwa di tengah dunia yang penuh kebingungan dan suara yang menyesatkan, Engkau menjaga kami agar tidak jatuh.
Kadang kami lelah menantikan belas kasih-Mu. Harapan yang tertunda dapat membuat hati ini jadi tawar. Tapi dalam masa penantian itu, Engkau sebenarnya sedang bekerja diam-diam: memurnikan hati, mengajarkan untuk percaya, dan membentuk kami jadi lebih serupa dengan Kristus.
Ajarlah kami menantikan-Mu dengan iman, bukan dengan kegelisahan. Ajarlah kami hidup tulus di hadapan-Mu dan lebih mencari persetujuan-Mu daripada persetujuan manusia.
Sebab kasih setia-Mu lebih berharga daripada hidup itu sendiri. Belas kasih-Mu selalu baru, dan meskipun lemah, kami tetap berada dalam tangan-Mu yang penuh kasih.
Bapa, jagalah kami agar tetap setia, rendah hati, dan jujur di hadapan-Mu. Teguhkan iman kami, lindungi kami agar tidak jatuh, dan tuntun kami sampai suatu hari berdiri penuh sukacita di hadapan kemuliaan-Mu.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

