“Ya, Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair” (Mzm 63: 2).
Dalam hidup ini, kita memiliki banyak kerinduan dan harapan yang ingin dicapai. Tidak jarang, kita menganggap, bahwa pemenuhan keinginan-keinginan itu akan membawa kebahagiaan dan kepuasan sejati.
Kita berhenti sejenak dan bertanya pada diri sendiri: sudahkah hati kita sungguh merindukan Allah?
Pemazmur menggambarkan kerinduannya kepada Tuhan seperti tanah yang kering dan tandus yang merindukan air. Gambaran ini menunjukkan, bahwa tanpa kehadiran Allah, jiwa manusia jadi kosong dan lelah, sekalipun dikelilingi oleh berbagai pencapaian duniawi. Kerinduan akan Allah bukan sekadar kebutuhan tambahan, melainkan kebutuhan yang paling mendasar dalam hidup orang beriman.
Marilah kita kembali menata arah hidup dengan mencari Tuhan terlebih dahulu dalam segala hal dan menumbuhkan kerinduan akan Allah melalui doa, pembacaan firman, dan sikap hidup yang selaras dengan kehendak-Nya. Ketika Allah jadi pusat kerinduan kita, Dia sendiri yang akan memenuhi jiwa kita dengan sukacita, damai sejahtera, dan kekuatan sejati.
Sr. Marcelline Mary, P. Karm
Sabtu, 30 Mei 2026
Yud 17: 20-25 Mzm 63: 2-6 Mrk 11: 27-33
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

