1.
Wahai babi-babi di hutan
Kalian bisa makan segala
Entah ubi dan buah-buahan
Entah daun dan rerumputan
Entah baru dan akar kayu
Kami sebut kalian itu omnivora
yang mampu lari berpacu di padang dan hutan
yang bisa melintasi lembah gunung dan bukit
Yang bermandi kubangan dan berpesta lumpur
Tetapi…
Kami biasa memburu demi nikmati dagingmu
Kami menganggapmu hama perusak
Apa dan siapakah kami bagi kalian para babi?
2.
Wahai babi-babi ternak
peliharaan
Ada tradisi budaya yang disakralkan
dan jadi sajian ritual adat
Ada yang jadi mahar dan meterai kelas sosial
Ada yang jadi santapan lezat pesta
Ada juga jadi barang dagangan
Ada lagi untuk bahan kosmetik dan produk medis
Tetapi…
banyak yang diharamkan agama kepercayaannya
banyak juga yang tidak bisa mengkonsumsi dagingmu
Apakah kami harus bermusuhan dan perang
karena mempesoalkan perbedaan pilihan dan kepentingan
Adakah harkat martabat kami ditentukan oleh pilihan mengkonsumsi babi atau tidak?
3.
Wahai babi-babi
yang sama derajatnya denganku
karena kita adalah bagian dari alam semesta
karena kita sama-sama makhluk diciptakan Sang Empunya jagat raya
Kita memang berbeda di alam ini
tetapi nyatanya saling terhubung
jika dilihat dari fungsi dan kepentingan
Aku nyatakan terima kasih padamu
karena aku terlahir dari adat budaya babi
ada ritual adat dengan babi
ada acara sosial dengan babi
ada yang mendapat penghasilan dari beternak babi
Aku juga mengkonsumsi nikmat dagingmu
Aku harus menghormati sesama saudara yang haram hadirmu
Apakah aku sudah jadi babi
karena terlahir dari adat budaya babi?
4.
Babi-babi ngepet
Kalian dijadikan jelmaan kepentingan
Agar bisa melayani selera pemilik
bisa mencuri milik orang lain
sehingga puaskan selera tanpa kerja
Ada lagi babi-babi koruptor
yang bisa menguras merampok hak rakyat
karena mempunyai kuasa jabatan
Ada lagi babi-babi maling tamak
yang merusak alam demi merampok isinya
yang menguras kekayaan alam dan membunuh rakyat pemiliknya
Ada juga babi bersenjata
yang bisa melukai dan membunuh manusia
karena diperintah oleh pemiliknya
dengan kuasa dan aturan hukum
atas nama keadilan dan kesejahteraan
bahkan berbuat jahat dengan sumpah jabatan atas nama Allah
Inikah pameran sosok manusia yang telah jadi babi?
5.
Babi-babi di layar digital
sedang viral dan jadi polemik
Ada tanya yang datang menohok
Apakah aku ini babi
Aku ini babi apa
Aku ini babinya siapa
Mengapa film harus berjudul Pesta Babi
Untuk apa dan siapa dibuat film Pesta Babi
Untuk apa menonton bareng Pesta Babi
Apa sebab ada yang menghalangi acara menonton bareng
Dan…
Banyak yang belum menonton terus bertanya
Ada apa dengan Pesta Babi
Mengapa ada pro dan kontra tentang Pesta Babi?
6.
Aku coba mengikuti kisah cerita Pesta Babi
seperti yang viral di sosial media
Deretan tanya justru berbeda dengan film
Kutanyakan tentang yang terjadi di Tanah Papua
Mengapa orang asli Papua merana di tanahnya yang kaya raya
Sampai kapan sesama saudara di Papua menderita
bahkan harus berkelahi dan saling membunuh
Roda perubahan dengan tsunami kekuasaan terus menggilas
Apakah air mata lara derita dan darah harus terus sirna dalam lumpur tailing tambang?
7.
Pesta Babi viral di layar digital
hanya seperti puncak dari gulita di gunung es
hanya seperti misteri manfaat tambang dan pembabatan hutan
hanya seperti bermacam proyek nasional yang terus dijalankan dari kebijakan di tingkat nasional
Tetapi…
Kisah cerita di layar digital
rupanya hanya sebagian kecil fakta pengalaman
Karena korban dan saksi mata banyak tak mampu bicara
Ada yang sudah jadi tanah dan tulang belulang
Ada yang namanya sudah diganti
dengan cap sesuai kepentingan para pemberi nama
Apa dan siapakah aku ini?
8.
Babi-babi digital
sedang viral dengan nama Pesta Babi
Penonton akan membuat kesimpulan dan tanya sendiri
Mengapa dan untuk apa Pesta Babi
Tetapi…
Jutaan pohon hutan telah sirna
Luas tanah terus dikorek dan dikuras seperti tak ada manusia pewarisnya
Masyarakat yang lara menderita dan mati
sepertinya terus dipasung tanya tak bertepi
sepertinya digilas roda alat berat penuh energi
Apakah hanya terjadi di layar digital
Adakah ini fakta atau imajinasi
Adakah ini cita-cita proklamasi NKRI
Apakah aku ini babi korban
Ataukah aku ini babi-babi yang berpesta?

