Ada dua orang laki-laki berasal dari satu kampung dan berteman sejak kecil. Semasa sekolah, mereka saling membantu, bila ada kesulitan apa pun yang mereka hadapi. Bentuk dan besarnya bantuan itu sejauh kemampuan mereka sebagai anak-anak.
Beberapa puluh tahun kemudian, salah satu dari mereka jadi Bupati di daerah asal mereka dan teman masa kecilnya itu bekerja sebagai Guru di sekolah dasar terpencil. Mereka berdua kadang-kadang bertemu dan dapat mengenang masa lalu yang indah. Mereka sepakat tentang satu hal yaitu, untuk dapat memberikan perhatian dan bantuan yang lebih besar dan lebih banyak kepada sesama, seseorang itu harus memiliki kedudukan atau jabatan yang besar dan tinggi.
Sang Bupati itu tentu memiliki segala kemungkinan untuk membantu dan melayani orang lain jauh lebih besar dan lebih banyak, dibandingkan dengan Guru sekolah dasar. Seorang pejabat baik pemerintah maupun swasta juga memiliki keistimewaan yang sama dalam melayani dan menolong orang lain. Kuncinya ialah berbuat atas dasar cinta, kebenaran, dan kebaikan. Ia dapat dipercayai dan dicintai orang lain, jika semua pelayanan dan pertolongan yang diberikan itu bukan untuk dirinya atau kelompoknya sendiri, melainkan semata-mata bagi banyak orang yang dilayani.
Kita mendasari iman kita kepada Tuhan di atas suatu kebenaran, bahwa Tuhan adalah penolong setia yang tidak ingin kita binasa dan hilang, tapi demi keselamatan kita.
Tuhan Yesus memberikan kita kepastian tentang datangnya Roh Kudus sebagai penolong kita. Roh ini diutus-Nya dari tempat yang tinggi dan memiliki kuasa yang sungguh besar, sehinga Ia tentu menolong tiada batas waktu, tempat, dan orang. Ia melayani dan menolong semua tanpa kecuali. Dari sejak Pentekosta pertama, Penolong itu tetap setia menolong kita. Ia menolong kita, karena esensi diri-Nya ialah Penolong.
Kita semua pengikut Kristus mendapatkan pengurapan Roh Kudus dan diutus oleh kuasa Ilahi yang Mahatinggi. Kita memikiki kemampuan untuk melayani dan menolong dalam ukuran besar dan banyak sesuai dengan tugas dan kepercayaan pada kita. Tugas itu dimulai dengan para Rasul dan murid-murid Yesus dahulu sampai sekarang ini.
Dunia dan sekitarnya sangat membutuhkan pertolongan dari kita. Nasihat bijaksana itu jadi sangat penting bagi kita, yaitu kita hendaknya selalu bersiap sedia untuk menolong orang lain yang datang meminta pengharapan pada kita. Roh Kudus membuat kita mampu menolong sesama.
“Ya, Tuhan, penuhilah kami dengan kurnia Roh-Mu, agar kami makin setia jadi penolong sesama tanpa berharap diperhatikan dan dibalas. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

