“Kita dipilih untuk mengasihi, dibentuk melalui jalan salib, dan diutus untuk setia melakukan kehendak-Nya.”
Allah yang Maharahim, Engkau kembali mengingatkan kami, bahwa kasih sejati itu bukan sekadar perasaan yang datang dan pergi. Melainkan kasih itu adalah pilihan untuk tetap memberi, setia, mengampuni, bahkan ketika hati ini terluka dan lelah.
Engkau menguatkan kami, bukan karena kami lebih baik dari orang lain, melainkan karena Engkau lebih dahulu memilih kami. Sebelum kami mencari-Mu, Engkau sudah lebih dahulu mengasihi kami.
Tuhan Yesus, ajarilah kami mengasihi seperti Engkau mengasihi. Kasih yang rela berkorban, tidak egois, dan kasih yang tetap bertahan, bahkan saat tidak dihargai.
Ajari kami melihat, bahwa salib itu bukan akhir, melainkan jalan menuju buah yang kekal. Bahwa setiap pengorbanan kecil yang dilakukan dengan cinta tidak pernah sia-sia di hadapan-Mu.
Ketika lelah mengasihi, kuatkan kami. Kecewa terhadap orang lain, lembutkan hati kami. Ketika ingin menyerah, ingatkan kami, bahwa Engkau tidak pernah menyerah terhadap kami.
Bersihkan hati kami dari ego, kesombongan, dan keinginan untuk selalu dimengerti. Ajari kami untuk tinggal di dalam-Mu, sebab tanpa Engkau kami tidak dapat berbuat apa-apa.
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau tidak lagi menyebut kami hamba, melainkan sahabat. Engkau membuka hati-Mu dan mengundang kami untuk berjalan bersama-Mu, memikul salib, serta mengambil bagian dalam kasih-Mu bagi dunia.
Bapa jadikanlah kami pembawa penghiburan agar melalui kata-kata, sikap, dan pengorbanan kecil kami, orang lain boleh merasakan kasih-Mu yang hidup.
Seperti doa St. Ignatius dari Loyola, kami berdoa: “Ajarlah kami melayani-Mu seturut kehendak-Mu; memberi tanpa menghitung biaya; berjuang tanpa menghiraukan luka; bekerja tanpa mencari istirahat; dan berkarya tanpa menuntut upah, selain mengetahui, bahwa kami melakukan kehendak-Mu.”
Bapa, biarlah hidup kami jadi buah yang tinggal tetap. Ajari kami mencintai sampai sungguh memberikan diri ini agar melalui hidup kami makin banyak orang menemukan, bahwa mereka dicintai tanpa batas oleh-Mu.
Demi sengsara Yesus yang pedih, kasihanilah kami dan seluruh dunia. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

