“Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu” (Yoh 15: 12).
Kita mungkin berpikir, bahwa ukuran kasih yang tertinggi adalah mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri. Melalui Injil, Yesus menaikkan standar kasih itu. Ia tidak lagi menjadikan diri kita sebagai patokan, melainkan Diri-Nya sendiri, sebagaimana dikatakan-Nya, “Seperti Aku telah mengasihi kamu.” Hal ini merupakan ajakan untuk ke luar dari kasih yang bersifat timbal balik menuju kasih yang rela berkorban.
Mengasihi dengan standar Yesus memang terasa berat bagi keterbatasan kemanusiaan kita. Tapi Yesus tidak menuntut kita untuk melakukan tindakan heroik yang luar biasa. Kasih seperti Kristus justru sering kali terwujud dalam ruang-ruang kecil kehidupan sehari-hari, seperti kesabaran dalam menghadapi sesama yang sulit, kerendahan hati untuk mendengarkan tanpa menghakimi, keikhlasan untuk menolong tanpa mengharapkan balasan atau pengakuan, serta keberanian untuk mengampuni, bahkan, ketika luka belum sepenuhnya pulih.
Setiap tindakan kasih yang sederhana, apabila dilakukan dengan niat murni untuk memuliakan Tuhan itu jadi bukti, bahwa kasih Kristus bekerja dalam diri kita.
Marilah kita membiarkan kasih-Nya mengalir dan berkarya melalui hidup kita.
Laurentia Vonny
Jumat, 08 Mei 2026
Kis 15: 22-31 Mzm 57: 8-12 Yoh 15: 12-17
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

