“Kemalangan orang benar itu banyak, tapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu (Mzm 34: 20).
Jika kita berhenti sampai kalimat “Kemalangan orang benar banyak”, kata-kata Pemazmur ini akan terdengar menakutkan. Mengapa hidup orang benar justru tertimpa banyak kemalangan? Bukankah Mazmur 112 menegaskan, bahwa keturunannya akan diberkati, harta kekayaan ada dalam rumahnya, dan dalam gelap akan terbit terang baginya (ay. 2-4)?
Kemalangan atau penderitaan terbesar barangkali adalah, ketika tidak ada seorang pun yang percaya kepada kita. Yesus adalah satu-satunya yang sungguh mengalami hal ini. Dalam hidup kita, masih ada orang yang mempercayai kata, perbuatan, atau pribadi kita, yaitu keluarga, sahabat, rekan, atau tetangga. Akan tetapi, Yesus tidak mengalami itu. Ketika Ia bersaksi tentang yang dilihat dan didengar-Nya, tidak seorang pun menerima kesaksian-Nya (Yoh 3: 32). Bahkan para Rasul pada awalnya tidak memahami-Nya.
Yesus terlepas dari semua itu melalui kebangkitan-Nya. Kehadiran Yesus yang bangkit mengubah hati dan iman para Rasul. Kuasa Roh Kudus menghancurkan keraguan dan ketakutan mereka, sehingga mereka berani memberi kesaksian tentang Yesus, meskipun harus menghadapi bahaya dan ancaman maut.
Sr. M. Hanna, P. Karm
Kamis 16 Apr 2026
Kis 5: 27-33 Mzm 34: 2.9.17-20 Yoh 3: 31-36
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

