“Menaati itu untuk ditaati dan dijalani dengan ikhlas hati.”
Allah yang Maharahim, Engkau mengajak kami melihat kebenaran yang sederhana, tapi dalam: percaya berarti menerima kesaksian-Mu tentang Yesus dan menaatinya.
Yesus datang dari atas dan mengatasi segalanya. Ia menyampaikan firman-Mu. Melalui Dia, Engkau mencurahkan Roh Kudus tanpa batas. Meski tidak semua orang mau menerima, percaya, dan tidak semua mau taat.
Bapa, kami bertanya dengan jujur: suara siapa yang sesungguhnya kami terima? Karena yang kami terima, itulah yang ditaati, dan yang ditaati itu menunjukkan yang kami percayai.
Seperti para Rasul yang berdiri di hadapan tekanan dan ancaman, tapi tetap berkata: “Kami harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia.” Berikan kami keberanian yang sama, ya Bapa.
Di dunia yang sering menolak kebenaran-Mu, kuatkan kami untuk tetap berdiri teguh. Bukan dengan kesombongan, melainkan dengan kasih dan kebenaran.
Engkau telah memberikan Roh Kudus-Mu. Bukan setengah-setengah, melainkan tanpa batas.
Ampuni kami, ya, Bapa, karena sering kali kami ‘membatasi’ karya Roh-Mu, menolak dorongan-Nya, menunda ketaatan, atau memilih taat setengah hati.
Hancurkan setiap ‘payung rohani’ dalam diri kami hari ini. Singkirkan ketakutan, kompromi, dan keraguan. Ajarlah kami untuk taat sepenuhnya, karena ketaatan yang setengah-setengah adalah ketidaktaatan.
Curahkan kembali Roh Kudus-Mu atas kami untuk berani bersaksi, setia hidup dalam kebenaran, dan rendah hati dalam ketaatan.
Kami memilih: menerima kesaksian-Mu, percaya kepada Putra-Mu, dan taat kepada-Mu.
Yesus, Raja Kerahiman Ilahi, Engkaulah Andalanku. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

