Raja Damai

“Di mana Yesus hadir, di situ selalu ada pemulihan, kebebasan, dan kehidupan baru.”

Allah yang Maha Rahim, Engkau memperlihatkan dua macam hati: hati yang mengeras karena kesombongan, dan hati yang dipenuhi belas kasih. Melalui Nabi Hosea, Engkau berduka, karena umat-Mu mencari rasa aman pada berhala yang tidak dapat menyelamatkan. Pemazmur mengingatkan, bahwa berhala mempunyai mulut, tapi tidak dapat berkata-kata; mempunyai mata tapi tidak dapat melihat. Sebaliknya, dalam Injil, Yesus membebaskan seorang bisu dari kuasa roh jahat sehingga ia dapat berbicara kembali. Di mana Yesus hadir, di situ selalu ada pemulihan, kebebasan, dan kehidupan baru.

Betapa kontrasnya hati manusia. Orang banyak takjub melihat karya-Mu, tapi orang Farisi justru menuduh Yesus bekerja dengan kuasa si Jahat. Mereka melihat mukjizat yang sama, tapi hati yang dipenuhi iri dan kesombongan membuat mereka gagal mengenali karya Allah. Jauhkanlah kami dari kebutaan rohani seperti itu. Ajarlah kami untuk selalu rendah hati, sehingga mampu mengenali kehadiran-Mu, bahkan melalui cara-cara yang tidak kami duga.

Yesus memandang orang banyak dengan hati seorang Gembala yang penuh belas kasih, karena mereka seperti domba tanpa gembala. Ia tidak hanya merasa iba, tapi juga berjalan dari desa ke desa, mengajar, menyembuhkan, mengampuni, dan memulihkan. Ia mengundang para murid-Nya untuk ikut ambil bagian dalam misi itu dengan berdoa agar Tuhan mengirimkan lebih banyak pekerja ke ladang-Nya.

Bapa, jadikanlah kami bukan hanya pendoa bagi tuaian-Mu, tapi juga pekerja-pekerja-Mu. Bukalah bibir kami agar berani mewartakan kasih-Mu. Bukalah mata kami agar melihat mereka yang letih, bingung, terluka, dan merasa sendirian. Bukalah hati kami agar mampu mengasihi dengan belas kasih Kristus.

Semoga melalui hidup kami, makin banyak orang mengenal Yesus, Gembala Baik yang tidak pernah berhenti mencari setiap domba yang hilang dan membawa mereka pulang ke dalam pelukan kasih-Mu.

Biarlah Yesus meraja di hati kami hari ini dan selamanya. Amin

HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)