Melihat dengan Rendah Hati

“Kadang aku hanya melihat yang ada di depan mataku. Yesus, bukalah mataku agar aku dapat melihat seperti Engkau melihat.”

Allah yang Maha Rahim,
Kami berjumpa dengan Natanael, yang secara tradisi dikenal sebagai St. Bartolomeus. Aku melihat sedikit diriku di dalam dirinya.

Ketika Filipus berkata, bahwa ia telah menemukan Mesias, Natanael langsung bertanya, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?”

Aku pun sering seperti itu, Bapa.
Begitu mudah menilai seseorang dari masa lalunya. Aku menilai keadaan dari yang tampak di depan mata. Aku melihat kelemahan, masalah, dan keterbatasan, lalu segera menyimpulkan, bahwa sesuatu yang baik tidak mungkin terjadi.

Filipus tidak berdebat dengan Natanael. Ia hanya berkata, “Mari dan lihatlah.” Natanael pun datang.

Satu perjumpaan dengan Yesus mengubah seluruh pandangan Natanael. Yesus bahkan berkata kepadanya, “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.”

Bapa, betapa dalam perkataan itu bagiku: “Aku telah melihat engkau.”
Sebelum aku mengenal-Mu, Engkau telah mengenalku. Sebelum aku mencari-Mu, Engkau telah melihatku. Sebelum aku meminta pertolongan-Mu, Engkau telah menyertaiku. Aku tidak pernah tersembunyi dari pandangan-Mu.

Ketika Natanael menyadari, bahwa Yesus mengenalnya secara pribadi, pandangannya berubah. Ia tidak lagi melihat Yesus hanya sebagai orang Nazaret. Ia melihat siapa Dia sebenarnya: “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!”

Tuhan Yesus, bukalah mata kami seperti Engkau membuka mata Natanael. Ketika kami hanya melihat masalah, ajarlah kami melihat karya-Mu. Kami hanya melihat kelemahan, ajarlah kami melihat rahmat-Mu. Kami hanya melihat kesalahan seseorang, ajarlah kami melihat jiwa yang Engkau kasihi. Juga, ketika kami melihat jalan buntu, ingatkan kami, bahwa Engkau masih memiliki “hal-hal yang lebih besar” bagi kami.

Bapa, jangan biarkan doa kami berhenti pada kata-kata. Ubahlah perjumpaan kami dengan Yesus menjadi kesaksian hidup. Berikan kami kerendahan hati Filipus untuk berkata, “Mari dan lihatlah,” tanpa memaksa dan tanpa menghakimi. Berikan kami keterbukaan Natanael untuk datang dan mengalami sendiri kasih-Mu. Berikan kami keberanian St. Bartolomeus untuk jadi saksi-Mu, meski membutuhkan pengorbanan.

Aku datang kepada-Mu, Bapa. Engkau melihatku, mengenalku, dan mengasihiku.

Kini bukalah mata kami agar dapat melihatMu. Lalu utuslah kami untuk membantu orang lain datang dan melihat.

Sebab banyak orang tidak butuh perdebatan iman. Mereka hanya membutuhkan seseorang yang dengan penuh kasih berkata: “Mari. Datanglah. Lihatlah sendiri siapa Yesus.”
Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.

HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)