“Damai itu datang, ketika kita tidak membandingkan dengan orang lain, tapi fokus tertuju kepada Yesus.”
Allah yang Maha Rahim,
Betapa mudahnya hati kami menoleh ke kiri dan kanan. Seperti Petrus, kami mendengar panggilan-Mu untuk mengikuti-Mu, tapi sering kali kami masih bertanya, “Tuhan, bagaimana dengan dia?” Kami membandingkan hidup kami dengan orang lain, mempertanyakan jalan kami sendiri, dan kadang merasa perjalanan orang lain terlihat lebih indah daripada perjalanan kami.
Yesus menjawab dengan penuh kasih: “Apa urusanmu dengan dia? Engkau, ikutlah Aku.” Bukan teguran keras, tapi undangan untuk kembali memusatkan pandangan kepada-Mu.
Bapa, kami juga melihat Paulus yang terbelenggu di Roma, tapi jiwanya tetap bebas. Dalam keadaan yang terbatas, ia tidak sibuk mengeluh atau memikirkan jalan orang lain. Ia tetap mewartakan Injil dengan keberanian dan ketekunan.
Ajarlah kami untuk hidup dengan hati yang terarah seperti itu. Ketika jalan kami terasa berat, ajar kami tetap mengikuti-Mu. Saat tergoda membandingkan diri, ajar kami tetap mengikuti-Mu. Meski masa depan terlihat samar, ajar kami tetap mengikuti-Mu.
Menjelang pencurahan Roh Kudus yang baru, penuhi hati kami dengan Roh-Mu agar kami jadi murid yang setia, fokus, dan berani jadi saksi-Mu di mana pun Engkau menempatkan kami.
Tuhan Yesus, kami tidak perlu mengetahui seluruh cerita orang lain. Cukuplah kami berjalan dekat dengan-Mu, mendengar suara-Mu, dan percaya, bahwa Engkau sedang menuntun kami ke tempat yang terbaik.
Kasih dan rahmat-Mu sungguh cukup bagi kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

