“Mereka pun pergi memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya” (Mrk 16: 20).
Ada seorang anak sedang belajar bersepeda. Pada awalnya ia ragu dan takut jatuh, tapi Ayahnya tetap memegang sadel di belakang. Anak itu tidak selalu melihat Ayahnya, tapi ia tahu ada tangan yang menopangnya. Perlahan, keberaniannya tumbuh. Ia mulai mengayuh lebih mantap, karena merasa ada yang menyertainya.
Dalam pewartaan Injil, para murid juga tidak pernah sendirian; Kristus yang bangkit selalu menyertai mereka dan meneguhkan setiap langkah yang mereka ambil. Demikian juga hidup iman kita. Kita sering tidak melihat Tuhan secara langsung, namun penyertaan-Nya nyata dalam kekuatan yang tiba-tiba muncul, dalam damai hati yang tidak kita duga, atau dalam bantuan yang datang tepat pada waktunya.
Setiap kebaikan yang kita lakukan, seperti mendampingi keluarga, melayani di lingkungan, bekerja dengan jujur, atau menghibur sesama, tidak pernah kita jalani sendirian. Tuhan selalu bekerja bersama kita, bahkan melalui usaha kecil yang tampak sederhana.
Semoga kita berani melangkah dan yakin, bahwa Kristus yang bangkit memegang ‘sadel’ hidup kita, meneguhkan setiap langkah yang kita ambil menuju kebaikan.
Sr. M. Odilia, P. Karm
Sabtu, 25 April 2026
1 Ptr 5: 5-14 Mzm 89: 2-3.6-7.16-17 Mrk 16: 15-20
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

