“Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti firman Tuhan…” (1 Raj 17: 5).
Kisah ini mengingatkan kita akan iman yang teguh kepada Tuhan, bahkan ketika keadaan tampak mustahil. Dalam perjalanan hidup, sering kali kita dihadapkan pada situasi di mana kebutuhan melebihi kemampuan, atau jalan ke luar tidak terlihat jelas. Seperti Elia, kita diajak untuk percaya sepenuhnya kepada Tuhan yang senantiasa menyediakan dan mengatur hidup kita dengan bijaksana.
Tuhan kadang mengizinkan masa kekurangan atau ketidakpastian itu sebagai sarana untuk menguji dan menumbuhkan iman kita. Elia taat tanpa ragu, mengikuti petunjuk Tuhan, meski harus meninggalkan kenyamanan dan menghadapi ketidakpastian. Dari pengalaman Elia ini, kita belajar, bahwa iman yang sejati itu bukan hanya terucap dalam kata, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan dan ketaatan. Dalam setiap kekurangan, Tuhan tetap hadir dan menyediakan segala sesuatunya. Kita hanya diajak untuk berserah, percaya, dan menanti penyelenggaraan-Nya dengan hati yang penuh pengharapan.
Tuhan, ajarlah kami untuk percaya kepada-Mu seperti Elia, taat dalam setiap tantangan, dan berserah dalam kekurangan. Amin.
Sr. M. Laura, P. Karm
Senin 08 Jun 2026
1 Raj 17: 1-6 Mzm 121: 1-8 Mat 5: 1-12
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

